ATM = Anjungan Tanpa Melihat
Sejak merebaknya kasus pembobolan dana simpanan nasabah melalui ATM, maka sudah beberapa kali ini kalau ke ATM saya jadi ikutan waspada dan ekstra hati-hati. Sebenarnya modus ini sudah lama saya ketahui dari milis, tapi ga nyangka sekarang benar-benar jadi berita besar di Indonesia.
Yang menarik, dalam seminggu saya mengunjungi 3 ATM yang berbeda dari 2 bank, ternyata ada perangkat baru yang ditempelkan untuk menutupi gerakan tangan nasabah saat menekan keypad. Perangkat ini terbuat dari material plastik dengan bentuk melengkung mirip kubah. Hal ini diyakini menambah rasa aman dan nyaman karena kemungkinan untuk diintip menjadi lebih kecil, baik oleh orang dibelakang maupun melalui kamera pengintai.
Tidak ada yang salah sih dari niat ini, tapi yang saya rasakan dan saya perhatikan pada antrian didepan saya, ada kesulitan karena tidak terbiasa menekan tombol tanpa melihat angkanya. Meskipun saya sangat tahu persis layout dari angka 0-9 namun masih saja kesulitan ketika merabanya (hmm..andai meraba yang lain..jagoan!! misal saat meraba telinga/hidung/mulut sendiri… wkwkwkkk ..pasti mikir jorok. Iya kan? Kannn? Kaaaannnnnn??? Hehe..)
Saat menekan angka PIN karena hanya terdiri dari 6 angka dan sudah terbiasa melakukannya, hal ini tidak begitu merepotkan. Namun yang menyebalkan adalah saat memasukkan banyaknya variasi angka saat membayar tagihan maupun melakukan transfer.
Nah yang terjadi saya malah jadi berlama-lama didepan mesin ATM, celakanya karena salah meraba saya melakukan kesalahan pencet. Repotnya lagi tombol cancel pun tidak terlihat. Akhirnya terpaksa membungkukkan badan dan memiringkan kepala demi mengintip lokasi yang benar (pose yang agak aneh memang).
Walah..walah..walah… ingin aman kok malah jadi repot begini ya..sekarang bener-bener harus murni ke e-banking lagi deh..