Tikus dikantorku
Belakangan ini ruangan kantor saya sempat heboh karena sesekali terlihat tikus berlari menuju persembunyiannya, yang entah ada dimana. Dari mana asal tikus itu dan bagaimana dia bisa mengembara dikantor, saya juga tidak tahu menahu.
Tikus itu kecil, berwarna kehitaman dan tidak pernah menyerang atau menggigit karyawan yang sedang bekerja. Hanya lewat saja sambil berlari karena tentunya secara naluriah hewan itu memang cenderung menghindar dari konfrontasi dengan manusia yang setiap saat bisa membunuhnya tanpa perlu alasan yang jelas.
Kami berniat mengusirnya, bahkan membunuhnya karena telah mengganggu ketentraman kami..meskipun sebenarnya belum terbukti juga.
Tapi bayangan akan rasa geli, jijik, penyakit, kardus dan file yang akan digerogoti segera membuat kami menumpahkan kebencian kami padanya.
Setiap terlihat maka segera saja kami kompak mencegatnya tapi setiap kali itu pula sang tikus selalu saja berhasil melarikan diri diantara sudut lemari ataupun sekat meja. Kamipun seringkali kehilangan jejaknya. Hingga suatu waktu tikus itu menemui nasibnya, terkepung dan tidak bisa kabur lagi..oleh seorang teman yang entah niatnya menghalau atau karena jengkel, menginjaknya hingga mati seketika.
Tertawa puas dan penuh kemenangan pun kami pamerkan.
Selisih satu hari seorang teman lain menemukan bahwa di dalam sepatunya (yang telah lama disimpan dikolong meja) ternyata ada beberapa anak tikus yang masih lemah dan tidak berdaya.
Oh my God, betapa kasihan karena berarti mereka sudah seharian tidak menyusu lagi. Induknya mati saat masih dalam tugas merawat anaknya. Mereka pun pasti segera menyusul ajal karena dibuang kedalam bak sampah dalam kelaparan dan kepanasan. Cara mati yang menyakitkan.
Memang hal ini tidak serta merta membuat saya menjadi penyayang tikus, karena kebencian terhadap tikus jelas masih ada. Sayapun masih jijik terhadap tikus, mereka tidak boleh ada disekitar lingkungan saya. Namun kejadian tersebut, sedikit banyak membuat saya termenung.
Yah..kehidupan ini sudah tidak adil pada mereka..hanya karena mereka tikus.
Mungkin kalau bisa meminta maka tikus itu akan memohon agar diciptakan sebagai manusia…spesies yang menguasai alam, yang bisa berbuat semaunya…bisa punya harta, bisa mengendarai mewahnya mobil, menghuni mewahnya rumah, tidur dikasur yang empuk dan hangat….bisa menentukan siapa yang berhak hidup dan siapa yang harus mati. Bebas korupsi tanpa ada hukum yang sanggup menjamahnya. Atau dihukum jika memang melakukan kesalahan fatal.
Tikus-tikus kecil yang malang…kalian mati, hanya karena menjalani hidupmu dibelantara manusia.