Tuesday, September 23, 2008

Tikus dikantorku


 

Belakangan ini ruangan kantor saya sempat heboh karena sesekali terlihat tikus berlari menuju persembunyiannya, yang entah ada dimana. Dari mana asal tikus itu dan bagaimana dia bisa mengembara dikantor, saya juga tidak tahu menahu.

 

Tikus itu kecil, berwarna kehitaman dan tidak pernah menyerang atau menggigit karyawan yang sedang bekerja. Hanya lewat saja sambil berlari karena tentunya secara naluriah hewan itu memang cenderung menghindar dari konfrontasi dengan manusia yang setiap saat bisa membunuhnya tanpa perlu alasan yang jelas.

 

Kami berniat mengusirnya, bahkan membunuhnya karena telah mengganggu ketentraman kami..meskipun sebenarnya belum terbukti juga.

Tapi bayangan akan rasa geli, jijik, penyakit, kardus dan file yang akan digerogoti segera membuat kami menumpahkan kebencian kami padanya.

 

Setiap terlihat maka segera saja kami kompak mencegatnya tapi setiap kali itu pula sang tikus selalu saja berhasil melarikan diri diantara sudut lemari ataupun sekat meja. Kamipun seringkali kehilangan jejaknya. Hingga suatu waktu tikus itu menemui nasibnya, terkepung dan tidak bisa kabur lagi..oleh seorang teman yang entah niatnya menghalau atau karena jengkel, menginjaknya hingga mati seketika.

Tertawa puas dan penuh kemenangan pun kami pamerkan.

 

Selisih satu hari seorang teman lain menemukan bahwa di dalam sepatunya (yang telah lama disimpan dikolong meja) ternyata ada beberapa anak tikus yang masih lemah dan tidak berdaya.

 

Oh my God, betapa kasihan karena berarti mereka sudah seharian tidak menyusu lagi. Induknya mati saat masih dalam tugas merawat anaknya. Mereka pun pasti segera menyusul ajal karena dibuang kedalam bak sampah dalam kelaparan dan kepanasan. Cara mati yang menyakitkan.

 

Memang hal ini tidak serta merta membuat saya menjadi penyayang tikus, karena kebencian terhadap tikus jelas masih ada. Sayapun masih jijik terhadap tikus, mereka tidak boleh ada disekitar lingkungan saya. Namun kejadian tersebut, sedikit banyak membuat saya termenung.

 

Yah..kehidupan ini sudah tidak adil pada mereka..hanya karena mereka tikus.

Mungkin kalau bisa meminta maka tikus itu akan memohon agar diciptakan sebagai manusia…spesies yang menguasai alam, yang bisa berbuat semaunya…bisa punya harta, bisa mengendarai mewahnya mobil, menghuni mewahnya rumah, tidur dikasur yang empuk dan hangat….bisa menentukan siapa yang berhak hidup dan siapa yang harus mati. Bebas korupsi tanpa ada hukum yang sanggup menjamahnya. Atau dihukum jika memang melakukan kesalahan fatal.

 

Tikus-tikus kecil yang malang…kalian mati, hanya karena menjalani hidupmu dibelantara manusia.


 

 

 

 

Posted by ndablek at 03:23:21 | Permalink | No Comments »

Motor yang Tersingkirkan

PAGI itu untuk kesekian kalinya saya menerima mandat dari atasan untuk menimba ilmu, kali ini disebuah hotel berbintang lima dibilangan Mega Kuningan. Sudah menjadi hal yang wajar karena kami ingin mengejar ketertinggalan wawasan kami dibidang marketing.

 

Mobil sedang dipakai, karenanya saya putuskan berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor lewat Casablanca. Segera saja kemacetan deretan mobil mewah menyergap saya, namun kali ini saya agak terhibur karena biasanya kalau macet maka yang saya jumpai hanyalah metromini, truk pengangkut sampah, angkot, tronton hingga truk trailer yang segede truk…ya ieyaaalaaaahh…masa segede kutil J

 

Dengan semangat saya menuju lokasi karena ilmu dan wawasan akan segera bertambah, pun demikian juga dengan jejaring profesi yang semakin luas.

 

Singkat cerita saya tiba diportal hotel, namun ketika akan masuk saya ditahan oleh security setempat yang segera saja menginterogasi saya. Begini kira-kira dialognya:

 

Security             : Mau menuju kemana pak?

Biker (saya)       : Mau ke hotel pak.

Security             : Dari perusahaan apa? (ini ditanyakan karena agaknya dia tidak mengenali saya)

Biker                 : Dari A**** pak, mau ikut training dihotel R*** C******

Security             : Maaf pak, yang bisa kedalam hanya karyawan…

Biker                 : Lho, tapi kan saya mau training.

Security             : Iya pak, parkir motor silahkan disana (sambil menunjuk warung diseberang lapangan

                          seberang hotel yang cukup luas)

Biker                 : *mangkel mode on*… #@$@$!

 

Kalau saya perhatikan di ibukota ini motor sudah lagi tidak mendapat tempat yang layak dibeberapa kawasan mewah. Selain hotel ini saya tahu persis gedung lain yang melarang motor untuk masuk.

Sangat terbayangkan betapa kesalnya orang Jakarta yang semakin terpinggirkan oleh diskriminasi harta duniawi. Maka jangan salahkan kalau pemicu kebencian adalah sikap diskriminatif seperti kisah saya tadi.

 

            Sebagai tamu akhirnya saya mengalah, mengingat perusahaan juga telah membayar mahal untuk sebuah training singkat selama dua hari. Tapi akhirnya saya juga tidak konsen karena kepikiran motor saya yang terparkir diseberang lapangan dan tidak ada yang menjaga.

Kepikiran bagaimana seandainya di curi orang, bagaimana kalau saat pulang turun hujan…sepatu akan melewati tanah becek berlumpur sementara itu saya juga tidak mungkin membawa jas hujan kedalam ruangan.

 

Sungguh perlakuan yang menyesakkan….hanya karena saya membawa sepeda motor!

Teman saya juga pernah bercerita bagaimana dia melihat satpam menghormat hanya karena orang menggunakan sedan BMW 90-an awal, sementara dia dicueki karena menggunakan Daihatsu Taruna keluaran 2000 yang usianya jauh lebih muda…padahal sudah barang tentu harganya juga lebih mahal dari BMW tadi.

 

Betapa sebuah pelajaran berharga telah saya petik dari kejadian ini, perlakuan dibedakan dari kendaraan yang dipakai, prestige, persepsi, dan bukan dari inti tujuan atau ketulusan hati sebenarnya.

 

Posted by ndablek at 03:18:57 | Permalink | No Comments »

Monday, September 15, 2008

Besok Senin harga naik


Menarik sekali sekarang developer dan perusahaan real estate menawarkan barang dagangannya, kalau bukan rumah ya apartemen. Kalau dulu konsumen bingung sekarang pilihan sudah banyak serta semakin mudah membuat keputusan karena harga dan fasilitas yang didapatkan sudah dijelaskan secara gamblang..bahkan untuk yang sebenarnya masih akan dibangun, alias belum jadi…jadi makan janji dulu deh..

Tapi sebaik-baiknya dan sesopan-sopannya penawaran kalau selalu diakhiri dengan ”Buruan, karena besok Senin harga sudah naik.” tetap saja merupakan bentuk intimidasi terhadap konsumen.

Bagaimana tidak, konsumen dibuat ’cemas dan panik’ kalau terlambat sedikit saja maka kocek yang harus dirogoh harus lebih dalam.

Jadi kalau tayangannya hari Sabtu, maka untuk membelanjakan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah diberi waktu 1,5 hari saja untuk berpikir. Sementara kalau ditayangkan hari Minggu maka waktu yang tersisa tinggal setengah hari.


Memang waktu ini menjadi tidak berpengaruh bagi penonton yang tidak berminat membeli, yang tidak punya uang untuk membeli, maupun yang uangnya sangat banyak sehingga tidak perlu pertimbangan membeli.


Namun bagi yang memang berniat membeli dengan uang yang tertakar, hal ini sangat menegangkan.

Hebat juga strategi yang diterapkan pakar marketing sekarang ini, segala upaya dikerahkan agar orang membelanjakannya secara ’dikondisikan kurang waktu untuk memutuskan’.


Kejam atau kreatif? Anda yang memutuskan.

Posted by ndablek at 09:07:02 | Permalink | Comments (2)

Bulan Ramadhan


 

Dibulan Ramadhan ini..

1. Dibeberapa daerah, untuk menghormatinya warung makan dan restoran diwajibkan tutup paksa saat siang hari bahkan dirazia baik oleh Satpol PP maupun kelompok tertentu.

- Coba ditelaah, apakah semua orang harus puasa? Ingat lho negara ini punya 5 agama!

   Kenapa tidak juga mencoba menghormati pemeluk agama lain yang tidak berpuasa

   meskipun jumlahnya sedikit?

- Bukankah dari pemilik juga terdapat kaum muslim yang sedang beribadah dengan    

   mencari nafkah bagi keluarganya? Nah tuh…

- Bukankah wanita muslim yang sedang menstruasi juga tidak berpuasa?  Upss….

- Bukankah  wanita muslim yang hamil dan masih menyusui juga tidak berpuasa dan

   butuh makan? Oo…..oo…

- Bukankah hakikat puasa adalah menahan hawa nafsu dan melawan ego pribadi, lalu

   apa artinya dong berpuasa kalau memang  tidak ada tantangan, tidak ada godaan?

   Bukankah akhirnya malah jadi sekedar menahan lapar belaka tanpa misi? Ya iya lah

   masa ya iya dong..duren aja dibelah bukan dibedong.

 

2. Tempat hiburan malam, panti pijat dan lokalisasi dilarang beroperasi, PSK diuber-uber (mungkin juga yang ini dipegang-pegang oleh petugas)

- Setuju sih, tapi kenapa hanya pada bulan Ramadhan pak? Apakah pada bulan yang

   lain boleh kembali pada perilaku yang lama?

      - Apakah penikmat hanya sadar saat bulan Ramadhan? Atau para aparat mungkin juga

               mendapatkan uang keamanan?ck..ck..ck…

 

3. Marak penjualan daging sapi glonggongan dan ayam suntikan. Terdapat pula penjual makanan bekas yang dipungut dari sampah, makanan berformalin, cincau berbedak, es dari air kali mentah. Dunia makin gendheng…

 

4. Masih ada tawuran antar pendukung caleg, tawuran brutal antar warga, contohnya di Pasar Rumput. Begimana seeeh?

 

5. Infotainment masih saja bergosip dan mengembangkan opini, hanya berbalut dekor dan kostum bernuansa islami agar tersamar, tapi ya tetap saja bergosip ria. (Huss…kan demi duit)

 

Anda mau menambahkan daftar panjang lainnya dari carut marutnya negeri ini?

Kapan ya pikiran lebih positif dan jernih?

Posted by ndablek at 08:59:27 | Permalink | No Comments »