Ketiak

Topik yang aneh, tapi foto yang memukau…. J
Disinilah sumber utama bau badan seseorang, makanya selalu saja ada yang bilang kalau babi itu baunya luar biasa karena ketiaknya ada empat. Kalau tidak telaten dalam menjaga kebersihan dan kesegarannya (waduh..busyet) maka warga sekitar bisa beringsut menjauh demi menjaga kontinuitas pernafasannya.
Beberapa produk iklan mulai menyasar orang yang concern dengan ketiak, misalnya deodorant mulai spray sampai yang model roll on demi menghindari burket. Saya sendiri pernah punya teman yang menurut saya bermasalah, karena kalau dalam satu mobil pakai AC pasti kepala ini mulai nyut-nyutan tidak karuan..semoga saya tidak menjadi penyebab yang sama buat teman yang lain J
Herannya kok ada wanita yang mau jadi istri mereka, dan tentunya tidur seranjang bersebelahan. Hmm.. belum lagi kalau lagi beraktivitas ’yang satu itu’ wah..asli gak kebayang aroma yang muncul yang masih bisa ditahan oleh si istri hehehe…
Tapi itulah anehnya, ternyata kalau singa menggunakan bau dari air seni untuk menandai wilayah dan menunjukkan daya tarik pada lawan jenis, maka manusia dikaruniai hormon feromon yang khas, berbeda satu dengan yang lain yang justru disukai lawan jenisnya. Teman tadi contohnya…si istri mungkin betul-betul kesirep, lupa daratan.
Apalagi wanita memang menyukai aroma, jadi wahai kaum pria inilah pengalaman saya..kalau dekat dengan wanita yang dipuja usahakanlah menggunakan wewangian 1 jam sebelumnya (yang sudah sedikit bercampur aroma asli badan)….dijamin deh tuh cewek bakal klepek-klepek.
Tapi dengan catatan jenis aroma pria tadi kebetulan pas dengan selera dan kebutuhan si wanita, karena tiap wanita memiliki selera yang berbeda pula. Jadi takarannya mesti dijaga supaya tidak berlebihan. Cukur rapi deh, atau hilangkan secara berkala supaya tidak kecut asem, prengus, atau apek.
Berbeda dengan kaum pria yang justru menyukai bau palsu dari parfum dan bukan bau asli keringat wanita.
Nah sumber bau badan ini sebenarnya merupakan akumulasi keringat asli yang mengering dan tersimpan lengket dibulu ketiak, atau tepatnya disebut rambut ketiak manusia.
Tapi menarik karena ciptaan Tuhan yang satu ini dijauhi semua wanita dan sebagian lelaki, dengan alasan meningkatkan estetika dan menurunkan kadar bau demi kemaslahatan umat.
Sebagaimana kita tahu, semua ciptaan Tuhan dalam tubuh manusia pasti ada manfaatnya sekecil dan setersembunyi apapun letaknya. Namun justru sekarang tidak lagi diminati si empunya, padahal menurut sebuah riset sebenarnya bulu ketiak yang dibudidayakan justru bisa menurunkan resiko kanker payudara pada wanita.
Herannya hanya dinegara yang telah mengenal ’peradaban’ saja yang terjadi fenomena ini, sementara di daerah yang relatif tertinggal dan terisolir mereka sepertinya malah tidak memperhatikan hal ini. Saya jadi ingat dulu kalau nonton film jaman Warkop 80-an masih ada saja aktris entah utama atau figuran yang membiarkan bulu keti-nya tersorot kamera. Hmm..pergeseran budaya? Mungkin saja.
Bahkan sekarang banyak waxing disajikan di salon demi efektivitas dan estetika ketiak wanita..sampai tak berbekas dan bersisa selembarpun. Dijamin pria akan tergila-gila!
Ya memang sih, saya kalau melihat wanita masih ada bulu ketiaknya atau sedikit masih ada sisa cukurannya item-item ya jadi risih, ilfil…apalagi kalau dia bau. Huuhh..minggiran sono, rendem dulu deh pakai tawas sama air kembang! J
Jaman memang sudah berubah, desain baju wanita sekarang memang tidak lagi berpihak pada rambut ketiak dan selera pria pula yang akhirnya menggiring wanita melakukan penggundulan ketiak, agar sebagaimana hutan yang gundul maka dia tidak akan bisa menyimpan kandungan air keringat sehingga wangi parfum asli bisa lebih terjaga kemurniannya…ciieeehhh….
Ketiak..ketiak, apes nasibmu, rambutmu mulai terpinggirkan oleh jaman.



