Senin, May 12, 2008

Penipu Kupret


(gb. Mr S)
Kebetulan saya memiliki rumah yang ingin saya kontrakkan, jadi saya pasang iklan dikoran harian di kota Solo. Sempat ada beberapa yang tanya bahkan sampai janjian dilokasi meskipun akhirnya belum tentu diambil. Nah, ini sudah kedua kalinya saya menerima telepon dari orang yang mengaku tinggal di Jakarta dan setuju untuk mengambil rumah saya tanpa harus melihatnya atau bertemu langsung dengan saya karena dikatakan sudah ada staf (kasus 1) atau saudara (kasus 2) yang sudah lihat lokasinya.


Kasus 1
:  Terjadi pertengahan bulan lalu. Jelas tidak masuk akal karena yang dibicarakan orang yang mengaku bernama Haji Anwar ini berbeda ketika berbicara sebelumnya via telepon ke istri. Waktu ke istri dia bilang ingin pakai rumah untuk kantor distributor obat Cina, setuju untuk bayar sesuai penawaran tanpa harus lihat dulu. Ini yang membuat saya curiga sehingga saya menghubungi Haji Anwar. Waktu saya tolak dengan alasan rumah tsb peruntukannya untuk tempat tinggal dan bukan untuk kantor maka dia berkelit akan dipakai untuk mess karyawan (nah mana yang benar?). Bahkan mau menambah lima juta rupiah sebagai jaminan keutuhan rumah. Lebih ekstrim tho?


Makin curigalah saya, dimana-mana orang pasti ingin tahu lokasi, lihat interior, terus menawar. Lha kalau yang ini tanpa lihat malah mau nambah lima juta rupiah? Saya lalu bilang, akan saya pikirkan, nanti saya kabari. Akhirnya Haji Anwar ini tidak telepon lagi. Ya sudah, biarlah toh hati kecil saya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.


Kasus 2
, minggu lalu istri saya mengatakan dia dapat telepon lagi dari orang yang mengaku Ir. Tommi (0819.3289.xxxx) manajer bank BNI Jakarta yang akan segera mutasi akhir Mei ini ke Solo sehingga membutuhkan rumah. Hampir sama ceritanya, dia tidak bisa (atau tidak mau?) diajak bertemu langsung, mengatakan saudaranya sudah lihat lokasi. Dia menawar potong sejuta. Lumayan nih, batin saya (minimal dia nawar, berarti serius). Lalu saya minta bertemu dengan saudaranya saja, tapi permintaan ini ditolak, bahkan dengan setengah memaksa ingin segera transfer empat juta rupiah sebagai uang tanda jadi, maksudnya biar tidak diambil orang.


Saya mulai curiga, istripun bilang agar hati-hati terhadap hypnotis karena suaranya mirip haji Anwar (kasus 1). Namun karena penasaran, akhirnya saya berikan juga nomor rekening saya, setengah berharap bahwa saya hanya berpraduga saja padahal niat orang ini baik adanya.


Singkat cerita Ir Tommi ini menelpon saya dan mengatakan saya sebaiknya segera ke ATM terdekat untuk mengecek transferannya sudah masuk atau belum. Karena curiga saya berkata,” Oke, beri saya waktu dua jam karena saya masih bekerja.”, akhirnya Ir Tommy sepakat untuk menunggu kabar saya jam tujuh malam.
Saya memang ngecek, tapi sebelum jam tujuh dan itupun lewat internet karena kebetulan saya mengaktifkan fasilitas tsb. Tidak ada uang masuk, padahal selama pengalaman saya transfer selalu tidak ada delay. Makin mencurigakan karena Ir Tommi ini saat menelepon saya sempat membaca ulang nomor rekening saya dan semua digit disebutkan dengan tepat.


Akhirnya tepat jam tujuh saya meng-sms dia, saya bilang uangnya belum masuk. Lalu dia menelepon saya:


”Bapak sekarang dimana?” tanyanya.


Saya jawab,” Saya baru saja pulang dari ATM, tidak ada uang masuk. Tadi betul ada nama saya tidak?”


”Namanya sudah muncul kok! Kenapa baru sekarang menghubungi saya?” ujarnya meninggi.


Aneh, dia tiba-tiba terkesan gusar dan sedikit membentak melanjutkan,” Kan sudah saya bilang hubungi saya saat di ATM! Kenapa pulang dulu?!”


Saya jawab kembali dengan tenang,”Ya sudah gini saja deh pak, kita tunggu sama-sama mungkin uangnya masuk sebentar lagi, besok saya kabari.”


Dengan nada tinggi lagi Ir. Tommi ini bilang,”Ya, sudah!”


”Tuuuuuuutttt........” telepon pun diputus tanpa sopan santun layaknya orang yang memang berniat transaksi.


Saya tersenyum geli penuh kemenangan, rasanya dia sudah kena batunya. Esoknya saya coba cek kembali untuk memastikan dan ternyata memang tidak ada transaksi. Hanya betul-betul penipuan yang tidak berhasil. Ir Tommi ini pun tidak menelepon saya lagi, diteleponpun susah. Jadi, biarlah ini jadi pelajaran supaya kita lebih berhati-hati lagi karena orang jaman sekarang semakin jahat. Jangan mudah tertipu oleh gelar keagamaan, status maupun jabatan sebagai kedok.


Untung istri saya cekatan berkoordinasi dengan saya, dan ternyata belakangan mengaku sebelumnya pernah menerima sms berantai mengenai penipuan pada transaksi jual-beli-sewa rumah. Si pengirim sms sudah tertipu dan hanya meminta untuk diteruskan ke satu nomor hp pemasang iklan baris dibawahnya, demikian seterusnya supaya setiap pemasang iklan berhati-hati.


Saya sempat hubungi call centre XL, namun dikatakan untuk kasus seperti itu mereka tidak bisa berbuat apa-apa (kecuali yang melibatkan nama pihak Excelcomindo).


Nada membentak begini pernah saya dengar juga sebelumnya di counter hp saya saat ada orang (Mr S) yang terhypnotis via hp, iming-iming dapat uang hadiah sepuluh juta rupiah,padahal tidak pernah ikut undian, dengan harus membeli voucher terlebih dulu sebagai pengganti pajak. Saya yang curiga karena transaksi telah mencapai 1,2 juta rupiah dan semua nomor voucher disebutkannya begitu saja lewat telepon, akhirnya minta bicara langsung dengan si penelepon (yang awalnya dibilang sebagai keponakan..atau mungkin Mr S dipaksa bilang begitu oleh si penelepon).


Penelepon akhirnya menutup pembicaraan dengan kasar dan marah karena saya ajak bicara. Modal saya memang terselamatkan karena orang ini saya tahan ditoko sebelum dijemput keluarganya, tapi kasihan juga karena mereka terpaksa membayar dengan hutang kesana kemari.


Yah..semoga si penipu kupret tadi jera!
Posted by ndablek at 14:49:20 | Permanent Link | Comments (0) |

SMS Maut 0866



Belakangan ini di Riau (mungkin juga Sumatera daerah lain) sedang dihebohkan dengan adanya SMS berantai yang memperingatkan tentang adanya SMS maut (tidak hanya goyang nih yang maut) hehe. Sayapun sempat dapat sms tersebut yang isinya kurang lebih” Hati-hati jika menerima sms atau telp dari no 0866 atau 0666. Jangan diangkat jika layar berwarna merah. Sudah kejadian di Batam, Bengkalis dan Jakarta ada orang yang meninggal saat menerima telp tersebut.


Sempat keder juga waktu sebuah koran ternama di Riau – ”Tribun Pekanbaru” menempatkannya sebagai headline. Tapi ternyata hanya merupakan ulasan saja, karena kasus ini sedang dilacak oleh pihak kepolisian. Namun ada juga kisah seorang calon pengantin yang tiba-tiba masuk RS gara-gara menerima sms tersebut, bahkan ia menjadi phobia...entah ia memang sudah phobia atau karena saking takutnya ia malah jadi phobia, hilang akal sehatnya. Yang pasti diceritakan bahwa ia terpaksa opname di RS.


Setelah saya pikir dengan mencoba tetap tenang, akhirnya saya memutuskan ini hanyalah sebuah hoax saja. Kemungkinan paling besar ya strategi bisnis, ada tiga hal:


Yang pertama, pihak kompetitor yang sudah lebih dulu ada merasa terganggu sehingga perlu ’membunuh’ citra produk baru tersebut dengan membuat hasutan-hasutan. Bahkan pada beberapa versi sms sempat ditulis bahwa ini adalah nomor AXIS (GSM yang Baik). Tapi inipun ditolak pihak AXIS karena mereka tidak menggunakan prefix 0866 melainkan 0838.


Yang kedua, kemungkinan pemain baru ini (entah siapa) ingin lebih dikenal dengan menciptakan kekisruhan dimasyarakat, mungkin nanti ujung-ujungnya permohonan maaf dan mengatakan isu tersebut tidak benar dan sengaja dihembuskan kompetitor. Nah, dengan demikian langsung dapat promosi gratis. Image sudah menancap kuat dengan sendirinya.


Yang ketiga, ada kemungkinan karena tarif yang murah saat ini ada pihak yang ingin supaya pulsa cepat habis...makanya menciptakan isu-isu yang dijamin akan cukup signifikan menyumbang berkurangnya pulsa.
Tapi yang paling masuk akal bagi saya adalah kita bisa saja mati atau celaka saat membaca sms atau menerima telepon masuk saat mengendarai motor atau menyetir mobil dijalan yang semrawut sementara kita melaju seperti pembalap.


Kalau ada yang bilang ini akibat paparan sinar infra merah...lah kan tidak semua hp memiliki fasilitas ini. Lagipula infra merahpun harus benar-benar adu jangkrik, gak bisa goyang sedikit karena pasti koneksi akan putus. Frekuensi sinar infra merah juga termasuk tinggi, diatas frekuensi gelombang yang dipakai hp sekitar 800 - 1800MHz. Jadi hp pun gak bisa menjangkau lagi.


Kalau ditinjau dari rumusnya: λ = C/ f   , dimana c= konstan.
Didapati bahwa panjang gelombang (λ) berbanding terbalik dengan frekuensi (f). Sinar UV matahari ternyata memiliki energi yang lebih besar, tapi efeknya pun tidak serta merta.
Jadi bagaimana menurut Anda?

 

Posted by ndablek at 14:26:53 | Permanent Link | Comments (0) |

Ujian bareng pak Pulisi


Pendidikan sejatinya mendidik tidak sekedar mendapatkan nilai dan sanjungan, tapi bertujuan mampu menghasilkan manusia yang berbudi pekerti serta mampu mengatasi permasalahan dan dinamika hidup bersosial secara arif dan cerdas.


Namun sayang, hingga kini masih saja tingkat kepandaian dan kesiapan kerja senantiasa dikaitkan dengan nilai pelajaran yang sifatnya intelejensia, yang tentu saja tidak mewakili nilai manusia secara holistik yang juga memiliki unsur spiritual, sosial dan emosional.


Akhirnya ujianpun jadi momok yang menakutkan, bagi orang yang secara intelejensia kurang. Tak dinyana para gurupun ikut ketakutan sehingga melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh profesi guru.
Akhirnya ujian pun harus dijaga polisi. Seperti penjara saja sekolah masa kini.


Bahkan guru yang curang langsung digrebek bak maling oleh polisi Densus 88 yang notabene biasa menghadapi teroris. Apakah potensi kejahatan guru seperti teroris? Anda yang tahu.


Tapi ini bisa jadi pengalaman menarik yang bisa dibanggakan ke anak cucu. ” Cu..kakek dulu ujian aja bisa bareng pak Pulisi lho, hebat tho? Jadi ndak perlu jauh-jauh ke penjara, suasananya sudah dapet, Cu. ”
Posted by ndablek at 14:19:23 | Permanent Link | Comments (0) |