Raksasa yang semakin ompong
Tubuh harimau yang kekar itu mencerminkan kegagahannya, kegesitan dan kekuatannya dalam mengejar buruan..bahkan ketika harus berebutan mangsa dengan hyena kompetitor abadinya. Gesekan pun tak pelak sering terjadi jika mereka memperebutkan kekuasaan dan dominasi diarea yang sama.
Namun kini harimau itu sudah mulai tidak menyeramkan dan rapuh. Giginya yang sering dipakainya sebagai senjata mulai ada yang retak, cuil bahkan beberapa sudah mulai tanggal. Terbayang sudah sekuat dan sesehat apapun harimau tadi kalau nantinya tanpa gigi maka dia hanyalah sekedar macan ompong. Mangsanyapun tak mampu lagi dia kunyah, cuma bisa ditangkap tapi sejurus kemudian hanya bisa diemut-emut lalu terlepas karena licin oleh liurnya sendiri.
Yah..ini memang cerita yang mengada-ada, tidak riil karena senyatanya jika harimau telah kehilangan gigi maka tak lama kemudian dia pasti segera mati, entah infeksi entah kelaparan.
Namun fenomena di alam bisa dijadikan pelajaran berharga bahkan ketika dikorelasikan dengan konteks bisnis. Yup..salah satu raksasa otomotif di Indonesia sekarang ini bak macan ompong, tak punya gigi lagi. Ketenaran akan ketangguhan dan kekuatannya menangkap mangsa (konsumen) dan mengalahkan dominasi hyena (kompetitor) makin diragukan.
Bagaimana tidak, SDM dibagian marketingnya yang berfungsi sebagai gigi semakin banyak saja yang mengundurkan diri entah karena tidak betah, tertekan bahkan dibajak perusahaan lain. Tapi hingga kini sejak 1,5 tahun belakangan masih saja belum tampak nyata perubahan maupun perhatian nyata yang diperlihatkan oleh manajemen perusahaan tersebut terhadap masalah ini. Yang ada hanyalah menumbuhkan kembali gigi baru..hmm…bisa dibilang gigi susu yang sudah pasti tidak setajam dan setangguh gigi yang lama.
Bagaimana tidak, seharusnya mereka berlari namun karena terlalu banyak yang baru sehingga hanya berjalan ditempat, meneruskan yang diwariskan saja. Itupun jika yang mewariskan ikhlas ilmunya dipakai.
Mestinya ada langkah nyata pembelajaran karena sejatinya pekerja yang handal meninggalkan posisi sekarang hanya disebabkan oleh: masalah remunerasi, suasana kerja, sistem kerja dan masalah pribadi (yang tidak dapat dielakkan lagi, misal mengurus anak).
Kalau ditilik dari website raksasa ini maka kriteria yang digunakan untuk merekrut juga kurang mantap. Posting di posisi marketing tapi yang dicari berlatar belakang teknik hhmm… Mungkin untuk posting sales hal tersebut bisa diterima namun perspektif marketing jauh lebih luas dari sales. Sales hanyalah bagian kecil dari arena marketing dengan segala strategi perangnya.
Kini, mungkin jika tetap seperti sekarang dan tidak ada lagi keprihatinan dan perhatian mendalam terhadap tanggalnya gigi-gigi tersebut, maka tak lama lagi harimau raksasa ini akan tersingkir dari denominasinya.
Salam

