Thursday, May 28, 2009

Raksasa yang semakin ompong


Tubuh harimau yang kekar itu mencerminkan kegagahannya, kegesitan dan kekuatannya dalam mengejar buruan..bahkan ketika harus berebutan mangsa dengan hyena kompetitor abadinya. Gesekan pun tak pelak sering terjadi jika mereka memperebutkan kekuasaan dan dominasi diarea yang sama.

Namun kini harimau itu sudah mulai tidak menyeramkan dan rapuh. Giginya yang sering dipakainya sebagai senjata mulai ada yang retak, cuil bahkan beberapa sudah mulai tanggal. Terbayang sudah sekuat dan sesehat apapun harimau tadi kalau nantinya tanpa gigi maka dia hanyalah sekedar macan ompong. Mangsanyapun tak mampu lagi dia kunyah, cuma bisa ditangkap tapi sejurus kemudian hanya bisa diemut-emut lalu terlepas karena licin oleh liurnya sendiri.

Yah..ini memang cerita yang mengada-ada, tidak riil karena senyatanya jika harimau telah kehilangan gigi maka tak lama kemudian dia pasti segera mati, entah infeksi entah kelaparan.

Namun fenomena di alam bisa dijadikan pelajaran berharga bahkan ketika dikorelasikan dengan konteks bisnis. Yup..salah satu raksasa otomotif di Indonesia sekarang ini bak macan ompong, tak punya gigi lagi. Ketenaran akan ketangguhan dan kekuatannya menangkap mangsa (konsumen) dan mengalahkan dominasi hyena (kompetitor) makin diragukan.

Bagaimana tidak, SDM dibagian marketingnya yang berfungsi sebagai gigi semakin banyak saja yang mengundurkan diri entah karena tidak betah, tertekan bahkan dibajak perusahaan lain. Tapi hingga kini sejak 1,5 tahun belakangan masih saja belum tampak nyata perubahan maupun perhatian nyata yang diperlihatkan oleh manajemen perusahaan tersebut terhadap masalah ini. Yang ada hanyalah menumbuhkan kembali gigi baru..hmm…bisa dibilang gigi susu yang sudah pasti tidak setajam dan setangguh gigi yang lama.

Bagaimana tidak, seharusnya mereka berlari namun karena terlalu banyak yang baru sehingga hanya berjalan ditempat, meneruskan yang diwariskan saja. Itupun jika yang mewariskan ikhlas ilmunya dipakai.

Mestinya ada langkah nyata pembelajaran karena sejatinya pekerja yang handal meninggalkan posisi sekarang hanya disebabkan oleh: masalah remunerasi, suasana kerja, sistem kerja dan masalah pribadi (yang tidak dapat dielakkan lagi, misal mengurus anak).

Kalau ditilik dari website raksasa ini maka kriteria yang digunakan untuk merekrut juga kurang mantap. Posting di posisi marketing tapi yang dicari berlatar belakang teknik hhmm… Mungkin untuk posting sales hal tersebut bisa diterima namun perspektif marketing jauh lebih luas dari sales. Sales hanyalah bagian kecil dari arena marketing dengan segala strategi perangnya.

Kini, mungkin jika tetap seperti sekarang dan tidak ada lagi keprihatinan dan perhatian mendalam terhadap tanggalnya gigi-gigi tersebut, maka tak lama lagi harimau raksasa ini akan tersingkir dari denominasinya.

 

Salam

Posted by ndablek at 07:47:40 | Permalink | No Comments »

Wednesday, May 27, 2009

Harum Mewangi Semerbak Sepanjang Hari


 

 

Hmmm…sniff..snif..haruuummm…..

Kenapa ya para wanita sejak mulai tumbuh dewasa menjadi lebih wangi?

Sebuah pertanyaan gak penting yang perlu dilontarkan untuk menjawab rasa ingin tahu saya yang cupet ini..hehehe..

Di kantor wangi, dikampus wangi, dirumah wangi.

Lha wong parfumnya aja beda, kalau wanita selalu eu de parfum tapi kalau pria cukup eu de toilet (artinya cukup untuk melawan bau toilet saja hakhakhakkk..)

 

Setidak-tidaknya jika ia tidak memakai parfum minimal wangi shampoo ataupun lotion yang dipakainya sudah cukup membuat pria mabuk kepayang. Pengen deh rasanya nyungsep dalam pelukan kelembutannya itu xixixiii…apalagi kalo dia putih langsing sexy berwajah cute dan berambut panjang (hakhakhakkk…hmm..sepertinya mendahulukan kepentingan pribadi nih.. )

 

Pun kalau anda sempat main ke area pribadinya..huss..saya tahu pikiran ngeres anda…BUKAAANN….BUKAANNN ITUH MAKSUD SAYA!!!

Maksud saya kalau kita melewati/masuk kamar wanita pasti wangi parfum ruangan langsung menyergap hidung belang kita para pria (eh hidung lu kali, gw gak hehe..)

 

Memang tabu dan tidak pantas bagi wanita jika tampil seadanya dan tidak wangi, seperti halnya tabu bagi pria untuk berjiwa rapuh dan mudah menangis.

Nah lho, pertanyaan saya terjawab sendiri disini malah..hiks..

But anywayyy…. apa kalian para wanita tidak takut keracunan sih dengan bahan kimia pewangi yang terus menerus anda hirup itu sih?

Posted by ndablek at 03:16:42 | Permalink | No Comments »

Sunday, May 24, 2009

Beriman atau Beragama?

Apa bedanya ya?
Selintas terlihat mirip bahkan bagi sebagian orang dianggap sama.
Tapi pendapat saya..
Beragama:
Seringkali dengan menjalankan ritual keagamaan secara runut, lengkap dan benar, bersekolah yang berdoktrin agama, rajin beribadah, tak pernah lupa berdoa yang panjang-panjang, menyanyi dengan semangat bahkan sampai menangis sudah dianggap cukup.
Bahkan kalau ada yang menghina agamanya maka harus dibela mati-matian, bahkan dengan mematikan orang lain yang dianggap menghina tadi wuihhh…
Hmm..ini yang masih tanda tanya sebenarnya bagi saya, betulkan agama atau Tuhan itu perlu dibela? Lha wong kalau mau yang namanya Tuhan super kuasa itu kan tinggal ngedip ”ting” bablas semua orang yang Dia tidak berkenan hehehe..
Kemudian berprinsip ”Jangan lakukan sesuatu yang kau tidak inginkan dilakukan orang lain terhadapmu.”

Nah sekarang beriman:
Beriman artinya menyerahkan diri sepenuhnya, tidak lagi ”believe” tapi sudah ”trust”, tentu saja dengan tidak meninggalkan ritual keagamaan. Namun titik beratnya bukan pada ritualnya melainkan pada apa yang melatarbelakanginya.
Contoh sederhana saat memberikan persembahan bukan nominalnya saja, tapi darimana uang itu berasal, dan keikhlasan saat menyerahkannya. Meyakini sepenuhnya posisi sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus bisa menempatkan diri secara bertanggungjawab dalam alam semesta ini, bertanggung jawab terhadap pencipta, diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.Mempraktekkan cinta kasih, tidak hanya mengiyakannya saja.
Prinsipnya, ” Lakukanlah lebih dulu sesuatu yang kau inginkan orang lain lakukan padamu.”

Beriman pasti beragama namun beragama belum tentu beriman.
Anda yang memilih.

Posted by ndablek at 06:45:37 | Permalink | No Comments »