Tuesday, July 28, 2009

Gemblung


Horeeeee….warung nasi Padang itu buka lagi.. pufff setelah seminggu tutup..ternyata kangen juga sama tunjang (kikil), rendang dan terongnya hehehe…

Sumpah, saya doyan semua menu di RM Padang..tapi kalo bener-bener suka..ya baru versi warung itu, sangat berani bumbu.. hmm.. mungkin pake ganja kali wakakakk…

Begitu melihat wajah saya, tanpa babibu dan blablabla apalagi abrakadabra maka si Uda langsung menyambar kertas pembungkus dan mulai meramu menyusun menu favorit saya itu. Kadang saya juga mengurungkan niat beli yang lain karena sudah kadung diambilkan yang itu hahaha…masa dikembalikan lagi ke baskomnya itu.

Akhirnya segenap kegundahan dan kebosanan saya hari ini terbayar lunas hanya dengan makan enak 

Oya nama warung Padang didaerah Sumur Batu ini tidak akan saya sebut demi menjaga etika promosi dan demi menjaga stabilitas logistik warung tersebut, terutama stok tunjang dan terongnya. Jangan sampai terlalu populer dan nanti justru saya yang tidak kebagian karena anda memborongnya  (*terkekeh sinis egoistis…penuh kecurangan)

Ahh…saya mungkin sudah mulai tidak waras.. 

Cuma menu makan malam saja begitu girang dan sempat-sempatnya diceritakan lewat tulisan.

Maaf yah…

Hehehe….(*kabuuuurrrrr….)

Posted by ndablek at 14:20:07 | Permalink | No Comments »

Friday, July 17, 2009

Ledakan di Kuningan

Lagi-lagi ledakan keras terjadi di Jakarta..hingga gombalan ini diturunkan, masih belum jelas apa penyebabnya. Yang pasti bukan saya aktornya :)

Level saya sih baru meledakkan confetti dan mercon waktu saya kecil dulu.

Dalam kesimpang siuran berita dan rasa penasaran banyak orang maka spekulasi bermunculan karena ingin menciptakan jawaban atas pertanyaan dan rasa ingin tahu mereka…lha sudah ga sabar lagi..jadi mengumbar opini yang logis hingga tak masuk akal bisa dipaparkan…ono-ono wae Mas…hahaha.. mari kita simak opini ga jelas itu:

  1. Ini adalah bom teroris yang baru saja merampok uang BNI senilai 15 Milyar, jadi masih termasuk ulah teroris yang ingin diketahui publik bahwa mereka masih eksis.
  2. Ini adalah ledakan dari dapur restoran yang wajar terjadi karena kualitas tabung gas yang kita ketahui memang tidak layak, berkarat dan mungkin las-lasannya sudah tidak aman lagi.
  3. Ini adalah persaingan antar perusahaan telco karena seperti diketahui bahwa MU akan datang disponsori oleh salah satu telco company hmm…jadi pesaing ingin mempermalukan pihak sponsor.
  4. Ini adalah salah satu bentuk cara mengalihkan ketidak siapan penyelenggara pertandingan besar timnas Indonesia dengan MU, biar dapat asuransi kerugian.
  5. Ini adalah ulah penggemar sepak bola Indonesia yang tidak mau timnya kalah dengan memalukan dikandang sendiri, jadi dibatalkan saja deh pertandingannya
  6. Ini adalah ulah penggemar MU yang kuatir MU akan kalah di Indonesia, sehingga dibatalkan saja dengan isu ketidakstabilan keamanan Jakarta
  7. Ini adalah pengalih konsentrasi dari hasil Pilpres kemarin dan carut marutnya DPT dan penghitungan suara
  8. Ini adalah murni kriminal persaingan bisnis karena salah satu korban adalah Presdir Semen terkemuka.
  9. Ini adalah skenario negara tetangga yang ingin Indonesia menjadi sepi turis agar wisatawan itu pindah tujuan ke negara mereka, bahkan mungkin sejak awal bom Bali dulu.
  10. Ini adalah pengalih perhatian dari polemik ketidak siapan menangani flu babi di Indonesia
  11. Ini adalah ulah para pekerja sekitar Mega Kuningan yang ingin pulang cepat menjelang long week end hahaha….
  12. dll yg belum sempet saya dengar lagi weleh..weleh..

 Jadi apa kesimpulan dari tulisan ini? Ya jelas tidak ada, wong ini opini tadi saya dengar dari obrolan ga karuan para pihak yang mungkin muak dengan rentetan peristiwa buruk di negeri ini…jadi tidak usah di ’reken’ (digubris).

Yang pasti, saya prihatin dan muak dengan kejadian ledakan ini, entah sengaja atau karena kecelakaan teknis. Intinya: Masih saja byk korban jiwa melayang sia-sia di negeri ini.

Semoga kedepannya tidak ada lagi.

Posted by ndablek at 05:00:48 | Permalink | No Comments »

Wednesday, July 8, 2009

Diingini…simpan..lupakan

Karena sakit saya terpaksa tidak melakukan aktivitas diluar.. iseng-iseng bongkar peti harta karun saya berupa dus-dus.
Ada mainan…mainan..terus mainan lagi (hehe… my guilty pleasure, sebagian besar sudah dipindahtangankan ke keponakan, cuma dibeli tapi ga pernah dimainkan sih)  lalu ada buku-buku..suvenir-suvenir dll..
Hmm.. Saya pun hanya  bisa bergumam ’oh..ternyata punya ini..punya itu juga yah..’ dan ’wahhh..ada juga, kirain udah ilang’ .

Kini giliran laci yang jadi sasaran saya..puluhan amplop tagihan kartu kredit..rekening koran…slip-slip ATM, nota-nota, karet, pulpen..buseeettt… jorok amat yah..semua mua masuk ke situ. Haha…terpaksa saya musnahkan, buang jauh-jauh ke tempat sampah.
Di laci yang lainnya ada beberapa DVD yang baru saya sadari belum saya tonton sejak saya beli lebih dari setahun yang lalu hahaha… dasar gemblung saya ini, cuma kepengen beli tapi lupa nyetel! Yah..berarti bisa dibilang DVD itu bukan kebutuhan saya sebenarnya, karena sayapun masih baik-baik saja tanpa mengingatnya ada.

Memang sifat manusia..lebih berminat pada sesuatu yang diingini, bukan yang dibutuhkan.
Sepertinya ini juga yang tampaknya dicari manusia terhadap lingkungannya.

Misal dalam dunia hiburan..orang lebih suka acara gosip daripada acara tuntunan agamis atau film dokumenter..akibatnya stasiun tv juga mengikuti selera pasar demi pemasukan iklan yang lebih besar.

Dalam panggung politik juga begitu, banyak orang yang hanya cenderung menginginkan pemimpin tertentu tanpa tahu sebenarnya dia itu yang dibutuhkan atau tidak. Lha bagaimana tidak..karena semua visi misinya normatif, diawang-awang, dalam debatpun tak ada perbedaan mencolok benang merah para kandidatnya.
Pembantu saya pun tadi saya tanya kenapa suka sekali dengan SBY? Dia bilang ya karena gagah. Walahh…kirain karena program 5 tahunannya, ternyata cuma karena nge fans..

Tapi saya berharap siapapun yang menang pada Pilpres kali ini, semoga dia sadar dan merasa bahwa dia ’dibutuhkan’ negeri ini, bukan hanya ’diinginkan’ negeri ini. Kalaupun sebenarnya hanya diinginkan, bersikaplah seolah dibutuhkan sbg Satria piningit!
Dengan demikian ada tanggung jawab pribadi, ada nurani yang tumbuh dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan yang menyangkut hajat hidup bangsa ini.

Kalau tidak…hmmm..mungkin nasibnya tidak akan beda jauh dari DVD saya tadi, diingini sesaat lalu dimasukkan laci dan akhirnya dilupakan (baca: tidak digubris).
Hahahaha….!

Posted by ndablek at 16:37:10 | Permalink | No Comments »