Wednesday, July 8, 2009

Diingini…simpan..lupakan

Karena sakit saya terpaksa tidak melakukan aktivitas diluar.. iseng-iseng bongkar peti harta karun saya berupa dus-dus.
Ada mainan…mainan..terus mainan lagi (hehe… my guilty pleasure, sebagian besar sudah dipindahtangankan ke keponakan, cuma dibeli tapi ga pernah dimainkan sih)  lalu ada buku-buku..suvenir-suvenir dll..
Hmm.. Saya pun hanya  bisa bergumam ’oh..ternyata punya ini..punya itu juga yah..’ dan ’wahhh..ada juga, kirain udah ilang’ .

Kini giliran laci yang jadi sasaran saya..puluhan amplop tagihan kartu kredit..rekening koran…slip-slip ATM, nota-nota, karet, pulpen..buseeettt… jorok amat yah..semua mua masuk ke situ. Haha…terpaksa saya musnahkan, buang jauh-jauh ke tempat sampah.
Di laci yang lainnya ada beberapa DVD yang baru saya sadari belum saya tonton sejak saya beli lebih dari setahun yang lalu hahaha… dasar gemblung saya ini, cuma kepengen beli tapi lupa nyetel! Yah..berarti bisa dibilang DVD itu bukan kebutuhan saya sebenarnya, karena sayapun masih baik-baik saja tanpa mengingatnya ada.

Memang sifat manusia..lebih berminat pada sesuatu yang diingini, bukan yang dibutuhkan.
Sepertinya ini juga yang tampaknya dicari manusia terhadap lingkungannya.

Misal dalam dunia hiburan..orang lebih suka acara gosip daripada acara tuntunan agamis atau film dokumenter..akibatnya stasiun tv juga mengikuti selera pasar demi pemasukan iklan yang lebih besar.

Dalam panggung politik juga begitu, banyak orang yang hanya cenderung menginginkan pemimpin tertentu tanpa tahu sebenarnya dia itu yang dibutuhkan atau tidak. Lha bagaimana tidak..karena semua visi misinya normatif, diawang-awang, dalam debatpun tak ada perbedaan mencolok benang merah para kandidatnya.
Pembantu saya pun tadi saya tanya kenapa suka sekali dengan SBY? Dia bilang ya karena gagah. Walahh…kirain karena program 5 tahunannya, ternyata cuma karena nge fans..

Tapi saya berharap siapapun yang menang pada Pilpres kali ini, semoga dia sadar dan merasa bahwa dia ’dibutuhkan’ negeri ini, bukan hanya ’diinginkan’ negeri ini. Kalaupun sebenarnya hanya diinginkan, bersikaplah seolah dibutuhkan sbg Satria piningit!
Dengan demikian ada tanggung jawab pribadi, ada nurani yang tumbuh dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan yang menyangkut hajat hidup bangsa ini.

Kalau tidak…hmmm..mungkin nasibnya tidak akan beda jauh dari DVD saya tadi, diingini sesaat lalu dimasukkan laci dan akhirnya dilupakan (baca: tidak digubris).
Hahahaha….!

Posted by ndablek at 16:37:10
Comments

Leave a Reply