Master Hipnotis
Belakangan ini makin populer tayangan mengenai kekuatan hipnotis (atau kekuatan pikiran jika menurut versi pelaku) yang ada di TV.
Jam tayangnyapun ada yang sore hari ada pula yang malam hari.
Menyenangkan sekali nampaknya kalau kita bisa mengendalikan pikiran kita untuk mensugesti hal-hal positif , dimana segala pikiran ketakutan dan perasaan negatif bisa dienyahkan.
Bahkan beberapa artikel yang pernah saya baca, hipnotis ternyata bisa dimanfaatkan pula untuk keperluan medis dan terapi, misalnya untuk operasi, persalinan, mengatasi kecanduan, trauma, phobia, perilaku dan sebagainya. Misal untuk mengubah kenakalan remaja menjadi hilang dan terganti dengan sugesti untuk hormat pada orang tuanya.
Hmm… sepertinya ini kok adalah jalan pintas ya?
Legal atau tidak, etis atau tidak, wajar atau tidak..terserah anda menilainya.
Yang menjadi ganjelan saya adalah ketika hipnotis itu dipraktekan semena-mena, setidaknya dalam pandangan saya.
Menghipnotis orang lain kemudian memintanya untuk melakukan hal-hal yang lucu (baca: memalukan) bahkan kadang mengungkapkan sesuatu yang kurang pantas, rahasia pribadi dimuka umum hanya untuk hiburan semata. Parahnya lagi, ditayangkan di televisi yang bisa diakses siapapun dan dimanapun.
Seolah mengerjai atau mempermalukan bahkan menyakiti orang lain merupakan hal yang sah-sah saja, toh itu dikerjakan di alam bawah sadar dan antara pelaku dan si korban telah ‘berdamai’ dengan jabatan tangan dan ucapan terima kasih.
Cukup mengherankan memang, hanya dengan menepuk pundak, menjabat tangan, menatap mata atau bahkan hanya mendengar suara di telepon maka ketika si korban diperintahkan untuk tidur oleh si penghipnotis, seketika itu pula dia tertidur dalam ketidaksadarannya.
Terlepas dari apakah ini hiburan semata, fiksi, sihir, mistik, gendam atau bahkan ilmiah..namun menurut saya hal tersebut tidak pantas untuk ditayangkan.
Bayangkan jika yang 0,01% saja pemirsa yang melihat adalah orang yang tidak bisa memfilter bahkan kemudian berniat mempelajarinya untuk kegiatan negatif dan kejahatan lainnya.
Saya ragu kalau pembuat dan pelaku tayangan tersebut mau bertanggung jawab.
Apa pendapat anda?