Senin, May 12, 2008

Ujian bareng pak Pulisi


Pendidikan sejatinya mendidik tidak sekedar mendapatkan nilai dan sanjungan, tapi bertujuan mampu menghasilkan manusia yang berbudi pekerti serta mampu mengatasi permasalahan dan dinamika hidup bersosial secara arif dan cerdas.


Namun sayang, hingga kini masih saja tingkat kepandaian dan kesiapan kerja senantiasa dikaitkan dengan nilai pelajaran yang sifatnya intelejensia, yang tentu saja tidak mewakili nilai manusia secara holistik yang juga memiliki unsur spiritual, sosial dan emosional.


Akhirnya ujianpun jadi momok yang menakutkan, bagi orang yang secara intelejensia kurang. Tak dinyana para gurupun ikut ketakutan sehingga melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh profesi guru.
Akhirnya ujian pun harus dijaga polisi. Seperti penjara saja sekolah masa kini.


Bahkan guru yang curang langsung digrebek bak maling oleh polisi Densus 88 yang notabene biasa menghadapi teroris. Apakah potensi kejahatan guru seperti teroris? Anda yang tahu.


Tapi ini bisa jadi pengalaman menarik yang bisa dibanggakan ke anak cucu. ” Cu..kakek dulu ujian aja bisa bareng pak Pulisi lho, hebat tho? Jadi ndak perlu jauh-jauh ke penjara, suasananya sudah dapet, Cu. ”
Posted by ndablek at 14:19:23 | Permanent Link | Comments (0) |
Komentar
Tulis komentar