Senin, Juni 02, 2008

Gusi Bengkak



Daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini..”begitu nyanyian Meggy Z.
Iya sih lha wong dia pas nyanyi lagu itu tidak sedang sakit gigi, kalau sakit gigi jangankan nyanyi ngomong saja pasti males. Moralnya ”ngomentari adalah hal yang jauh lebih gampang daripada saat mengalami sendiri.”

Beberapa waktu yang lalu saya juga mengalami hal yang mirip tapi bukan gigi yang bermasalah melainkan gusi saya yang sedikit gatal dan bengkak. Namun mumpung ada jatah kesehatan ya saya pakai sekalian buat membersihkan gigi meskipun tanpa keluhan.
Menurut kata dokter dan iklan pasta gigi konon 6 bulan sekali orang harus memeriksa dan membersihkan giginya ke dokter gigi. Hmm...entahlah, sepertinya persekongkolan yang rapi. Sekian lama mengantri, giliran saya dipanggil masuk oleh si suster yang cukup sexy semlohai menawan. Setelah gusi diperiksa, katanya saraf gigi saya mati jadi perlu perawatan agak lama. Okelah, saya tidak rewel soal itu meskipun saya masih belum mudeng  kenapa mesti minum antibiotik, tunggu 4 hari datang lagi ditambal sementara, tunggu seminggu tambal sementara lagi, tunggu seminggu lagi trus datang lagi hingga kurang lebih 5 kali baru ditambal permanen. Saya ndak ngerti, lha wong yang giginya langsung dicabut (saraf juga mati kan?)aja tidak serepot ini.

Kembali ke masalah membersihkan gigi tadi, demi menunaikan amanat mulia ilmu kedokteran maka sebelum perawatan gigi yang mati maka saya meminta dokter membersihkan barisan gigi yang lain dulu. (sebenarnya ada pertentangan batin, tapi karena tergiur fasilitas kesehatan dan pesan layanan masyarakat tadi saya jadi sok-sokan)

Suara desingan gerinda terasa mengerikan apalagi mulut di udak-udak (diobok-obok) pakai sendok khusus saya merasa seperti sedang diperkosa. Lalu sempat terasa sedikit asin..ternyata gusi saya kena gerinda hingga berdarah. Suster cuma minta maaf (sialan!, iya deh saya maapin) 

Malam itu seperti biasanya saya tidak menyikat gigi (hhihihihihhihhiii...), cuma kumur pakai antiseptik aja. Masalah baru muncul ketika esok paginya saya hendak menyikat gigi, gigi saya terasa ngilu luar biasa dibagian yang dibersihkan. justru pada gigi yang tidak bermasalah sebelumnya. Nasi sudah menjadi bubur, hingga kini 2 minggu setelah pembersihan, tiap pagi masih saya rasakan ngilu saat menyikat gigi.

Nasib..nasib...
Pesan saya: tidak usah lah latah dan sok-sokan, yakini kata hati saja.
Posted by ndablek at 11:16:49 | Permanent Link | Comments (0) |