<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Ndablek ngudarasa</title>
	<atom:link href="http://yodykristian.blog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yodykristian.blog.com</link>
	<description>..sejatinipun ukara jeroning mustika..</description>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 10:49:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mati Gaya</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/11/09/mati-gaya/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/11/09/mati-gaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 10:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yodykristian.blog.com/?p=5222732</guid>
		<description><![CDATA[Bengong deh siang ini karena notebook terpaksa parkir sejenak di IT, kurang lebih 2 jam saya mati gaya tdk ada yang bisa dikerjakan karena kalau dikantor hampir semua pekerjaan menggunakan komputer (termasuk maen games, baca koran dan denger radio hehe&#8230;eh itu termasuk pekerjaan bukan?)
Kemudian menjelang sorenya ada lebih dari 5kali listrik tidak mengalir dikantor saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bengong deh siang ini karena notebook terpaksa parkir sejenak di IT, kurang lebih 2 jam saya mati gaya tdk ada yang bisa dikerjakan karena kalau dikantor hampir semua pekerjaan menggunakan komputer (termasuk maen games, baca koran dan denger radio hehe&#8230;eh itu termasuk pekerjaan bukan?)<br />
Kemudian menjelang sorenya ada lebih dari 5kali listrik tidak mengalir dikantor saya. Genset cadanganpun nampaknya melempem menghadapi kejadian tersebut.<br />
Berkali-kali lampu nyala untuk kemudian mati lagi untuk waktu yang lebih lama daripada waktu nyalanya.<br />
Ruangan jadi PENGAP, PANAS dan GELAP!<br />
Kasihan juga yg pakai PC pasti kesal dan kemungkinan besar filenya tidak teramankan karena UPS yang mirip kerupuk diangin-angin tadi. Beruntung saya pakai notebook.</p>
<p>Tersadar pula, ternyata kehidupan saya ini memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap teknologi. Begitu ada yang hilang, saya langsung tidak nyaman.<br />
Dulu tanpa AC saya bisa tidur, sekarang rasanya..beeuuhh di Jkt tanpa AC?? Bisa bikin pabrik garam non subsidi!<br />
Dulu tanpa komputer masih bisa kerja di ruangan, sekarang rasanya ga mungkin.<br />
Dulu tanpa koneksi internet masih tidak masalah, sekarang bisa mati gaya.<br />
Dulu tanpa kendaraan masih bisa, sekarang mualeeessss polll kalo harus jalan kaki.<br />
Dulu tanpa HP fine2 saja, sekarang&#8230; rasanya sudah setara ketinggalan dompet, mesti diambil!</p>
<p>Sudah mirip psikotropika barangkali, adiktif dan tanpanya bisa bikin SAKAW!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/11/09/mati-gaya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pelawak</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/10/25/pelawak/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/10/25/pelawak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 22:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<span style="font-family: Calibri;">Melihat Tukul, Srimulat, Cagur, Patrio dan banyak grup lain kadang membuat saya iri juga, senangnya ya kerja ga serius dan cengengesan begitu tapi dibayar mahal. Lebih mahal dari gaji karyawan <em>managerial</em> <em>level</em> yang bekerja keras memeras otak untuk melahirkan ide dan kreasi baru, konsolidasi anak buah hingga menjadi <em>leader</em> di lapangan.</span>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Sudah begitu mereka terkenal pula, banyak yang ingin berdekatan sekedar berjabat tangan, berfoto bareng atau meminta tandatangan.. hmm… sekilas sungguh merupakan sebuah cara menjalani hidup yang menyenangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Mulia, karena mendatangkan keceriaan bagi orang lain.</span> <span style="font-family: Calibri;">Menghibur, terhibur dan dibayar!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Namun ternyata tidak semua orang bisa melucu, sering juga saya melihat orang yang berusaha melucu tapi tidak berhasil, malah garing dan <em>wagu</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Dulu waktu ada API di TPI kita bisa melihat bahwa semua kontestan berlatih keras dan tampil luar biasa dengan skenario yang telah dirancang sedemikian rupa, namun tidak semua berhasil mengocok perut kita. Kalaupun penonton tertawa mungkin tertawa sinis karena tidak ada yang perlu ditertawakan.. hehe..<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Jadi kesimpulan saya melawak itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk berhasil menjalani pekerjaan (yang sekilas indah dan menyenangkan karena selalu cengengesan dan serba bercanda) itu pasti dilatar belakangi oleh pemikiran super serius untuk mencapai target dalam durasi yang terbatas:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Penonton harus bisa terpingkal-pingkal!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Hal ini tentu lebih diperberat tatkala si pemain sendiri <em>mood</em>-nya sedang tidak baik karena ada masalah pribadi atau keluarga, yang mana pasti terjadi dalam hidup setiap manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Kalau kita, saat <em>mood</em> sedang jelekpun masih dimungkinkan untuk bekerja, namun mood jelek pelawak tentu merupakan sebuah hambatan fatal dalam karirnya jika tidak pandai ditutupi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Seorang teman pernah berkata, pelawak yang hebat adalah pelawak yang tidak tertawa ketika melawak. Dengan kata lain bisa menahan ketawa.Pendapat saya boleh jadi berbeda. Mereka bisa tidak tertawa mungkin karena lawakan yang sama diucapkan berulang-ulang hingga bosan dan tidak ada efek lucunya lagi bagi mereka. Bisa jadi karena sebenarnya mereka sedang dirundung masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Yang lebih repot lagi, <em>image</em> pelawak ini tidak bisa ditanggalkan meskipun saat tidak bekerja. Jadi kemana-mana terpaksa berusaha tampil lucu, segar dan menghibur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Nah, menurut saya ini sebenarnya justru merupakan tekanan tersendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Jadi......Sebenarnya siapa yang lebih terhibur dan berbahagia: kita yang tertawa lepas karena lawakan pelawak atau pelawak yang berusaha mati-matian membuat kita tertawa?</span></p>
<p class="MsoNormal"></p>
<p class="MsoNormal"><br /></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family: Calibri;">Melihat Tukul, Srimulat, Cagur, Patrio dan banyak grup lain kadang membuat saya iri juga, senangnya ya kerja ga serius dan cengengesan begitu tapi dibayar mahal. Lebih mahal dari gaji karyawan <em>managerial</em> <em>level</em> yang bekerja keras memeras otak untuk melahirkan ide dan kreasi baru, konsolidasi anak buah hingga menjadi <em>leader</em> di lapangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Sudah begitu mereka terkenal pula, banyak yang ingin berdekatan sekedar berjabat tangan, berfoto bareng atau meminta tandatangan.. hmm… sekilas sungguh merupakan sebuah cara menjalani hidup yang menyenangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Mulia, karena mendatangkan keceriaan bagi orang lain.</span> <span style="font-family: Calibri;">Menghibur, terhibur dan dibayar!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Namun ternyata tidak semua orang bisa melucu, sering juga saya melihat orang yang berusaha melucu tapi tidak berhasil, malah garing dan <em>wagu</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Dulu waktu ada API di TPI kita bisa melihat bahwa semua kontestan berlatih keras dan tampil luar biasa dengan skenario yang telah dirancang sedemikian rupa, namun tidak semua berhasil mengocok perut kita. Kalaupun penonton tertawa mungkin tertawa sinis karena tidak ada yang perlu ditertawakan.. hehe..<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Jadi kesimpulan saya melawak itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk berhasil menjalani pekerjaan (yang sekilas indah dan menyenangkan karena selalu cengengesan dan serba bercanda) itu pasti dilatar belakangi oleh pemikiran super serius untuk mencapai target dalam durasi yang terbatas:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Penonton harus bisa terpingkal-pingkal!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Hal ini tentu lebih diperberat tatkala si pemain sendiri <em>mood</em>-nya sedang tidak baik karena ada masalah pribadi atau keluarga, yang mana pasti terjadi dalam hidup setiap manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;">Kalau kita, saat <em>mood</em> sedang jelekpun masih dimungkinkan untuk bekerja, namun mood jelek pelawak tentu merupakan sebuah hambatan fatal dalam karirnya jika tidak pandai ditutupi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Seorang teman pernah berkata, pelawak yang hebat adalah pelawak yang tidak tertawa ketika melawak. Dengan kata lain bisa menahan ketawa.Pendapat saya boleh jadi berbeda. Mereka bisa tidak tertawa mungkin karena lawakan yang sama diucapkan berulang-ulang hingga bosan dan tidak ada efek lucunya lagi bagi mereka. Bisa jadi karena sebenarnya mereka sedang dirundung masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Yang lebih repot lagi, <em>image</em> pelawak ini tidak bisa ditanggalkan meskipun saat tidak bekerja. Jadi kemana-mana terpaksa berusaha tampil lucu, segar dan menghibur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Nah, menurut saya ini sebenarnya justru merupakan tekanan tersendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Jadi&#8230;&#8230;Sebenarnya siapa yang lebih terhibur dan berbahagia: kita yang tertawa lepas karena lawakan pelawak atau pelawak yang berusaha mati-matian membuat kita tertawa?</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/10/25/pelawak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sumpah (Sampah??)</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/10/19/sumpah-sampah/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/10/19/sumpah-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Membaca status seorang teman di FB mengenai kontrak anti korupsi para menteri tiba-tiba saya jadi tergelitik. <span>&#160;</span>Seberapa efektif kah kontrak politik, sumpah jabatan atau sejenisnya itu?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Dokter punya sumpah profesi, tapi sering saya menjumpai oknum dokter yang <em>profit oriented</em>, ada yang suka mengganti resep dokter lain dan bilang jangan diteruskan, padahal obatnya masih banyak (belakangan saya ketahui isinya sama hanya beda produsen</span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Wingdings;" lang="IT" xml:lang="IT"><span>à</span></span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">mungkin demi mengejar insentif), ada yang<span>&#160;</span> tidak empatik macam robot dan terkesan selalu <em>jump to conclusion</em> <span>&#160;</span>tanpa mau mendengar sampai tuntas. Ada yang hasil labnya belum keluar, tapi berhubung dokternya sudah mau pulang akhirnya saya langsung dikasih resep. Bahkan saya juga pernah datang dalam kondisi sakit parah, tapi banyak ditanya-tanya kerja dimana dan ada asuransi tidak (karena ini mahal banget lho, katanya), baru dipersilahkan masuk ruang periksa setelah saya pastikan saya tercover perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Pengen misuh sebenarnya, tapi itu sdh cerita lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Ada juga oknum polisi, yang saya yakin juga ada sumpah pengabdiannya. Tapi sudah menjadi rahasia umum kalau ada oknum polisi juga menyukai suap, yang punya pengalaman ditilang lalu diajak damai pasti sudah banyak.</span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Hebatnya mereka sudah pasang harga kadang tawar menawar persis seperti jual beli sayur di pasar. Saya pernah mengalami juga pakai kendaraan plat AD melewati kota Tasikmalaya (plat Z), ditilang karena menerobos lampu merah yang tertutup pohon lebat, yang kalau bukan orang Tasik pasti tidak tahu ada <em>traffic light</em>-nya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Eh polisinya membenarkan tidak terlihatnya <em>traffic light</em>-nya itu tapi bilang tak peduli, itu bukan urusan mereka tapi DLLAJR. Hhegghh.. lalu diminta ‘titip 50ribu’ atau datang sidang.. Ya terpaksa pilih titip, masa saya harus ke Tasikmalaya lagi demi sidang hal sepele begitu? Solo – Tasik butuh 7 jam perjalanan darat, Bro!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Hebatnya lagi di Samsat tempat saya dulu ngurus SIM ada spanduk besar “<strong>Hindari calo</strong>”, tapi begitu selangkah masuk saja sudah banyak tawaran dari para calo. Logikanya para polisi kalau memang niat memberantas calo kan gampang saja, pasti wajahnya sudah sangat dihafal karena sliweran disitu.</span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Eh..begitu masuk ruang foto, didalam juga ada calo, seenaknya masukin orang untuk foto tanpa antri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Lalu, kalau melihat televisi mengenai persidangan, sebelum bersaksi pasti semua akan diminta bersumpah tapi tetap saja ya banyak yang memutar balikkan fakta. Lalu uang bermain disana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Sumpah sepertinya tidak sakral lagi.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Kalau begitu, apakah sumpah itu masih diperlukan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Membaca status seorang teman di FB mengenai kontrak anti korupsi para menteri tiba-tiba saya jadi tergelitik. <span>&#160;</span>Seberapa efektif kah kontrak politik, sumpah jabatan atau sejenisnya itu?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Dokter punya sumpah profesi, tapi sering saya menjumpai oknum dokter yang <em>profit oriented</em>, ada yang suka mengganti resep dokter lain dan bilang jangan diteruskan, padahal obatnya masih banyak (belakangan saya ketahui isinya sama hanya beda produsen</span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Wingdings;" lang="IT" xml:lang="IT"><span>à</span></span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">mungkin demi mengejar insentif), ada yang<span>&#160;</span> tidak empatik macam robot dan terkesan selalu <em>jump to conclusion</em> <span>&#160;</span>tanpa mau mendengar sampai tuntas. Ada yang hasil labnya belum keluar, tapi berhubung dokternya sudah mau pulang akhirnya saya langsung dikasih resep. Bahkan saya juga pernah datang dalam kondisi sakit parah, tapi banyak ditanya-tanya kerja dimana dan ada asuransi tidak (karena ini mahal banget lho, katanya), baru dipersilahkan masuk ruang periksa setelah saya pastikan saya tercover perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Pengen misuh sebenarnya, tapi itu sdh cerita lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Ada juga oknum polisi, yang saya yakin juga ada sumpah pengabdiannya. Tapi sudah menjadi rahasia umum kalau ada oknum polisi juga menyukai suap, yang punya pengalaman ditilang lalu diajak damai pasti sudah banyak.</span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Hebatnya mereka sudah pasang harga kadang tawar menawar persis seperti jual beli sayur di pasar. Saya pernah mengalami juga pakai kendaraan plat AD melewati kota Tasikmalaya (plat Z), ditilang karena menerobos lampu merah yang tertutup pohon lebat, yang kalau bukan orang Tasik pasti tidak tahu ada <em>traffic light</em>-nya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Eh polisinya membenarkan tidak terlihatnya <em>traffic light</em>-nya itu tapi bilang tak peduli, itu bukan urusan mereka tapi DLLAJR. Hhegghh.. lalu diminta ‘titip 50ribu’ atau datang sidang.. Ya terpaksa pilih titip, masa saya harus ke Tasikmalaya lagi demi sidang hal sepele begitu? Solo – Tasik butuh 7 jam perjalanan darat, Bro!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Hebatnya lagi di Samsat tempat saya dulu ngurus SIM ada spanduk besar “<strong>Hindari calo</strong>”, tapi begitu selangkah masuk saja sudah banyak tawaran dari para calo. Logikanya para polisi kalau memang niat memberantas calo kan gampang saja, pasti wajahnya sudah sangat dihafal karena sliweran disitu.</span> <span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Eh..begitu masuk ruang foto, didalam juga ada calo, seenaknya masukin orang untuk foto tanpa antri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;" lang="IT" xml:lang="IT">Lalu, kalau melihat televisi mengenai persidangan, sebelum bersaksi pasti semua akan diminta bersumpah tapi tetap saja ya banyak yang memutar balikkan fakta. Lalu uang bermain disana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Sumpah sepertinya tidak sakral lagi.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">Kalau begitu, apakah sumpah itu masih diperlukan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri;">&#160;</span></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/10/19/sumpah-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Master Hipnotis</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/10/05/master-hipnotis/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/10/05/master-hipnotis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 01:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Belakangan ini makin populer tayangan mengenai kekuatan hipnotis (atau kekuatan pikiran jika menurut versi pelaku) yang ada di TV.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Jam tayangnyapun ada yang sore hari ada pula yang malam hari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Menyenangkan sekali nampaknya kalau kita bisa mengendalikan pikiran kita untuk mensugesti hal-hal positif , dimana segala pikiran ketakutan dan perasaan negatif bisa dienyahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Bahkan beberapa artikel yang pernah saya baca, hipnotis ternyata bisa dimanfaatkan pula untuk keperluan medis dan terapi, misalnya untuk operasi, persalinan, mengatasi kecanduan, trauma, <em>phobia</em>, perilaku dan sebagainya. Misal untuk mengubah kenakalan remaja menjadi hilang dan terganti dengan sugesti untuk hormat pada orang tuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Hmm… sepertinya ini kok adalah jalan pintas ya?<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Legal atau tidak, etis atau tidak, wajar atau tidak..terserah anda menilainya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Yang menjadi ganjelan saya adalah ketika hipnotis itu dipraktekan semena-mena, setidaknya dalam pandangan saya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Menghipnotis orang lain kemudian memintanya untuk melakukan hal-hal yang lucu (baca: memalukan) bahkan kadang mengungkapkan sesuatu yang kurang pantas, rahasia pribadi dimuka umum hanya untuk hiburan semata.</span> <span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;" lang="IT" xml:lang="IT">Parahnya lagi, ditayangkan di televisi yang bisa diakses siapapun dan dimanapun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;" lang="IT" xml:lang="IT">Seolah mengerjai atau mempermalukan bahkan menyakiti orang lain merupakan hal yang sah-sah saja, toh itu dikerjakan di alam bawah sadar dan antara pelaku dan si korban telah ‘berdamai’ dengan jabatan tangan dan ucapan terima kasih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;" lang="IT" xml:lang="IT">Cukup mengherankan memang, hanya dengan menepuk pundak, menjabat tangan, menatap mata atau bahkan hanya mendengar suara di telepon maka ketika si korban diperintahkan untuk tidur oleh si penghipnotis, seketika itu pula dia tertidur dalam ketidaksadarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;" lang="IT" xml:lang="IT">Terlepas dari apakah ini hiburan semata, fiksi, sihir, mistik, gendam atau bahkan ilmiah..namun menurut saya hal tersebut tidak pantas untuk ditayangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Bayangkan jika yang 0,01% saja pemirsa yang melihat adalah orang yang tidak bisa memfilter bahkan kemudian berniat mempelajarinya untuk kegiatan negatif dan kejahatan lainnya.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Saya ragu kalau pembuat dan pelaku tayangan tersebut mau bertanggung jawab.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &#34;Trebuchet MS&#34;;">Apa pendapat anda?</span></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Belakangan ini makin populer tayangan mengenai kekuatan hipnotis (atau kekuatan pikiran jika menurut versi pelaku) yang ada di TV.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Jam tayangnyapun ada yang sore hari ada pula yang malam hari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Menyenangkan sekali nampaknya kalau kita bisa mengendalikan pikiran kita untuk mensugesti hal-hal positif , dimana segala pikiran ketakutan dan perasaan negatif bisa dienyahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Bahkan beberapa artikel yang pernah saya baca, hipnotis ternyata bisa dimanfaatkan pula untuk keperluan medis dan terapi, misalnya untuk operasi, persalinan, mengatasi kecanduan, trauma, <em>phobia</em>, perilaku dan sebagainya. Misal untuk mengubah kenakalan remaja menjadi hilang dan terganti dengan sugesti untuk hormat pada orang tuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Hmm… sepertinya ini kok adalah jalan pintas ya?<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Legal atau tidak, etis atau tidak, wajar atau tidak..terserah anda menilainya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Yang menjadi ganjelan saya adalah ketika hipnotis itu dipraktekan semena-mena, setidaknya dalam pandangan saya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Menghipnotis orang lain kemudian memintanya untuk melakukan hal-hal yang lucu (baca: memalukan) bahkan kadang mengungkapkan sesuatu yang kurang pantas, rahasia pribadi dimuka umum hanya untuk hiburan semata.</span> <span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;" lang="IT" xml:lang="IT">Parahnya lagi, ditayangkan di televisi yang bisa diakses siapapun dan dimanapun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;" lang="IT" xml:lang="IT">Seolah mengerjai atau mempermalukan bahkan menyakiti orang lain merupakan hal yang sah-sah saja, toh itu dikerjakan di alam bawah sadar dan antara pelaku dan si korban telah ‘berdamai’ dengan jabatan tangan dan ucapan terima kasih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;" lang="IT" xml:lang="IT">Cukup mengherankan memang, hanya dengan menepuk pundak, menjabat tangan, menatap mata atau bahkan hanya mendengar suara di telepon maka ketika si korban diperintahkan untuk tidur oleh si penghipnotis, seketika itu pula dia tertidur dalam ketidaksadarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;" lang="IT" xml:lang="IT">Terlepas dari apakah ini hiburan semata, fiksi, sihir, mistik, gendam atau bahkan ilmiah..namun menurut saya hal tersebut tidak pantas untuk ditayangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Bayangkan jika yang 0,01% saja pemirsa yang melihat adalah orang yang tidak bisa memfilter bahkan kemudian berniat mempelajarinya untuk kegiatan negatif dan kejahatan lainnya.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Saya ragu kalau pembuat dan pelaku tayangan tersebut mau bertanggung jawab.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;;">Apa pendapat anda?</span></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/10/05/master-hipnotis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>2 zona</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/10/04/2-zona/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/10/04/2-zona/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 22:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bilang kalau mau maju semestinya kita berani meninggalkan <em>comfort zone</em> (zona nyaman) kita. Dengan ketidaknyamanan maka diri kita terpacu untuk beradaptasi lebih baik dan mengembangkan seluruh potensi yang ada untuk bertumbuh.<br />
<br />
Kadang agak aneh kalo saya diminta menyatakan posisi sekarang ada di zona apa, krn kalo dibilang nyaman ya nyaman..kalo dibilang tidak nyaman ya tidak nyaman juga. Tinggal dari sisi mana saya memandangnya saja.<br />
Ketika melihat kebawah, saya merasa nyaman...tatkala melihat ke atas maka ketidaknyamananlah yang muncul.<br />
<br />
Ke dua zona ini jadinya kok mirip <em>yin</em> dan <em>yang</em> yah? hehehe...<br />
Atau kalo dengan perumpamaan yang lain, sebenarnya jalan hidup ini seperti rel kereta, sementara diri kita adalah kereta yg melaju diatasnya.<br />
Maksud saya adalah, sisi kehidupan terletak beriringan. Dimana ada ketidaknyamanan, maka pasti ada sisi kenyamanan dan sebaliknya...namun demikian kita pasti menggunakan keduanya untuk melaju menuju ketempat yang berbeda..bisa ke arah yg lebih baik, atau ke arah yg lebih buruk.<br />
<br />
Ketidaknyamanan membuat kita terpacu untuk beradaptasi (dlm hal positif tentunya), namun kenyamanan membuat kita bisa <em>balance</em> untuk tetap mensyukuri proses yg telah dilalui.<br />
Kenyamanan hidup yang kita terima dan rasa bersyukur, disaat yg sama membuat kita siap dan berani menerima ketidaknyamanan sebagai tantangan yang harus diatasi.<br />
<br />
Jadi melihat kedepan dalam proporsi yg tepat antara ke bawah dan ke atas akan membuat kita melangkah lebih baik.<br />
<br />
<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Banyak yang bilang kalau mau maju semestinya kita berani meninggalkan <em>comfort zone</em> (zona nyaman) kita. Dengan ketidaknyamanan maka diri kita terpacu untuk beradaptasi lebih baik dan mengembangkan seluruh potensi yang ada untuk bertumbuh.</p>
<p>Kadang agak aneh kalo saya diminta menyatakan posisi sekarang ada di zona apa, krn kalo dibilang nyaman ya nyaman..kalo dibilang tidak nyaman ya tidak nyaman juga. Tinggal dari sisi mana saya memandangnya saja.<br />
Ketika melihat kebawah, saya merasa nyaman&#8230;tatkala melihat ke atas maka ketidaknyamananlah yang muncul.</p>
<p>Ke dua zona ini jadinya kok mirip <em>yin</em> dan <em>yang</em> yah? hehehe&#8230;<br />
Atau kalo dengan perumpamaan yang lain, sebenarnya jalan hidup ini seperti rel kereta, sementara diri kita adalah kereta yg melaju diatasnya.<br />
Maksud saya adalah, sisi kehidupan terletak beriringan. Dimana ada ketidaknyamanan, maka pasti ada sisi kenyamanan dan sebaliknya&#8230;namun demikian kita pasti menggunakan keduanya untuk melaju menuju ketempat yang berbeda..bisa ke arah yg lebih baik, atau ke arah yg lebih buruk.</p>
<p>Ketidaknyamanan membuat kita terpacu untuk beradaptasi (dlm hal positif tentunya), namun kenyamanan membuat kita bisa <em>balance</em> untuk tetap mensyukuri proses yg telah dilalui.<br />
Kenyamanan hidup yang kita terima dan rasa bersyukur, disaat yg sama membuat kita siap dan berani menerima ketidaknyamanan sebagai tantangan yang harus diatasi.</p>
<p>Jadi melihat kedepan dalam proporsi yg tepat antara ke bawah dan ke atas akan membuat kita melangkah lebih baik.</p>
<p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/10/04/2-zona/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diriku, dirimu, dan dirinya</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/08/11/diriku-dirimu-dan-dirinya/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/08/11/diriku-dirimu-dan-dirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 22:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku mencarimu untuk menemuinya<br />
Aku menelponmu untuk bicara dengannya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku menyapamu untuk menyapanya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku melihatmu untuk menatapnya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku mendengarmu untuk mendengarkannya</span><br />
<br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku memujinya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku bercengkerama dengannya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku mengungkapkan padanya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku berbicara</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;"><br />
Aku mengesampingkanmu demi mengutamakannya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku mengesampingkanmu meski dia ada... karenamu<br />
<br />
<br /></span>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku mencarimu untuk menemuinya<br />
Aku menelponmu untuk bicara dengannya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku menyapamu untuk menyapanya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku melihatmu untuk menatapnya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku mendengarmu untuk mendengarkannya</span></p>
<p><span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku memujinya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku bercengkerama dengannya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku mengungkapkan padanya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Melaluimu aku berbicara</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;"><br />
Aku mengesampingkanmu demi mengutamakannya</span><br />
<span style="font-family: Trebuchet MS;">Aku mengesampingkanmu meski dia ada&#8230; karenamu</p>
<p></span>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/08/11/diriku-dirimu-dan-dirinya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gemblung</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/07/28/gemblung/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/07/28/gemblung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 21:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp; font-size: 11px;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;"><br /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Horeeeee....warung nasi Padang itu buka lagi.. pufff setelah seminggu tutup..ternyata kangen juga sama tunjang (kikil), rendang dan terongnya hehehe...</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Sumpah, saya doyan semua menu di RM Padang..tapi kalo bener-bener suka..ya baru versi warung itu, sangat berani bumbu.. hmm.. mungkin pake ganja kali wakakakk...</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Begitu melihat wajah saya, tanpa babibu dan blablabla apalagi abrakadabra maka si Uda langsung menyambar kertas pembungkus dan mulai <s>meramu</s> menyusun menu favorit saya itu. Kadang saya juga mengurungkan niat beli yang lain karena sudah kadung diambilkan yang itu hahaha...masa dikembalikan lagi ke baskomnya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Akhirnya segenap kegundahan dan kebosanan saya hari ini terbayar lunas hanya dengan makan enak&#160;</span> <span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;"><br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Oya nama warung Padang didaerah Sumur Batu ini tidak akan saya sebut demi menjaga etika promosi dan demi menjaga stabilitas logistik warung tersebut, terutama stok tunjang dan terongnya. Jangan sampai terlalu populer dan nanti justru saya yang tidak kebagian karena anda memborongnya <span>&#160;</span>(*terkekeh sinis egoistis...penuh kecurangan)<br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Ahh...saya mungkin sudah mulai tidak waras..&#160;</span> <img src="http://editor.blog.sergio/images/yui-extra/smileys/smiley-tongue-out.gif" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Cuma menu makan malam saja begitu girang dan sempat-sempatnya diceritakan lewat tulisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Maaf yah...</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-size: 14px;"><span lang="SV" xml:lang="SV"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Hehehe....(*kabuuuurrrrr....)</span></span></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp; font-size: 11px;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;"><br /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Horeeeee&#8230;.warung nasi Padang itu buka lagi.. pufff setelah seminggu tutup..ternyata kangen juga sama tunjang (kikil), rendang dan terongnya hehehe&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Sumpah, saya doyan semua menu di RM Padang..tapi kalo bener-bener suka..ya baru versi warung itu, sangat berani bumbu.. hmm.. mungkin pake ganja kali wakakakk&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Begitu melihat wajah saya, tanpa babibu dan blablabla apalagi abrakadabra maka si Uda langsung menyambar kertas pembungkus dan mulai <s>meramu</s> menyusun menu favorit saya itu. Kadang saya juga mengurungkan niat beli yang lain karena sudah kadung diambilkan yang itu hahaha&#8230;masa dikembalikan lagi ke baskomnya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Akhirnya segenap kegundahan dan kebosanan saya hari ini terbayar lunas hanya dengan makan enak&#160;</span> <span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;"><br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Oya nama warung Padang didaerah Sumur Batu ini tidak akan saya sebut demi menjaga etika promosi dan demi menjaga stabilitas logistik warung tersebut, terutama stok tunjang dan terongnya. Jangan sampai terlalu populer dan nanti justru saya yang tidak kebagian karena anda memborongnya <span>&#160;</span>(*terkekeh sinis egoistis&#8230;penuh kecurangan)<br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Ahh&#8230;saya mungkin sudah mulai tidak waras..&#160;</span> <img src="http://editor.blog.sergio/images/yui-extra/smileys/smiley-tongue-out.gif" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Cuma menu makan malam saja begitu girang dan sempat-sempatnya diceritakan lewat tulisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: yui-tmp;"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Maaf yah&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-size: 14px;"><span lang="SV" xml:lang="SV"><span style="font-size: 15px; font-family: Comic Sans MS;">Hehehe&#8230;.(*kabuuuurrrrr&#8230;.)</span></span></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/07/28/gemblung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ledakan di Kuningan</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/07/17/ledakan-di-kuningan/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/07/17/ledakan-di-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 12:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Lagi-lagi ledakan keras terjadi di Jakarta..hingga gombalan ini diturunkan, masih belum jelas apa penyebabnya. Yang pasti bukan saya aktornya :)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Level saya sih baru meledakkan confetti dan mercon waktu saya kecil dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Dalam kesimpang siuran berita dan rasa penasaran banyak orang maka spekulasi bermunculan karena ingin menciptakan jawaban atas pertanyaan dan rasa ingin tahu mereka...lha sudah ga sabar lagi..jadi mengumbar opini yang logis hingga tak masuk akal bisa dipaparkan...ono-ono wae Mas...hahaha.. mari kita simak opini ga jelas itu:<br /></span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah bom teroris yang baru saja merampok uang BNI senilai 15 Milyar, jadi masih termasuk ulah teroris yang ingin diketahui publik bahwa mereka masih eksis.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ledakan dari dapur restoran yang wajar terjadi karena kualitas tabung gas yang kita ketahui memang tidak layak, berkarat dan mungkin las-lasannya sudah tidak aman lagi.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah persaingan antar perusahaan telco karena seperti diketahui bahwa MU akan datang disponsori oleh salah satu telco company hmm...jadi pesaing ingin mempermalukan pihak sponsor.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah salah satu bentuk cara mengalihkan ketidak siapan penyelenggara pertandingan besar timnas Indonesia dengan MU, biar dapat asuransi kerugian.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ulah penggemar sepak bola Indonesia yang tidak mau timnya kalah dengan memalukan dikandang sendiri, jadi dibatalkan saja deh pertandingannya</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ulah penggemar MU yang kuatir MU akan kalah di Indonesia, sehingga dibatalkan saja dengan isu ketidakstabilan keamanan Jakarta</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah pengalih konsentrasi dari hasil Pilpres kemarin dan carut marutnya DPT dan penghitungan suara</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah murni kriminal persaingan bisnis karena salah satu korban adalah Presdir Semen terkemuka.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah skenario negara tetangga yang ingin Indonesia menjadi sepi turis agar wisatawan itu pindah tujuan ke negara mereka, bahkan mungkin sejak awal bom Bali dulu.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah pengalih perhatian dari polemik ketidak siapan menangani flu babi di Indonesia</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ulah para pekerja sekitar Mega Kuningan yang ingin pulang cepat menjelang long week end hahaha....</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">dll yg belum sempet saya dengar lagi weleh..weleh..</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">&#160;Jadi apa kesimpulan dari tulisan ini? Ya jelas tidak ada, wong ini opini tadi saya dengar dari obrolan ga karuan para pihak yang mungkin muak dengan rentetan peristiwa buruk di negeri ini...jadi tidak usah di ’reken’ (digubris).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Yang pasti, saya prihatin dan muak dengan kejadian ledakan ini, entah sengaja atau karena kecelakaan teknis. Intinya: Masih saja byk korban jiwa melayang sia-sia di negeri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Semoga kedepannya tidak ada lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Lagi-lagi ledakan keras terjadi di Jakarta..hingga gombalan ini diturunkan, masih belum jelas apa penyebabnya. Yang pasti bukan saya aktornya <img src='http://c0404161.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/16442ca129554f399ff7b46457727509' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Level saya sih baru meledakkan confetti dan mercon waktu saya kecil dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Dalam kesimpang siuran berita dan rasa penasaran banyak orang maka spekulasi bermunculan karena ingin menciptakan jawaban atas pertanyaan dan rasa ingin tahu mereka&#8230;lha sudah ga sabar lagi..jadi mengumbar opini yang logis hingga tak masuk akal bisa dipaparkan&#8230;ono-ono wae Mas&#8230;hahaha.. mari kita simak opini ga jelas itu:<br /></span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah bom teroris yang baru saja merampok uang BNI senilai 15 Milyar, jadi masih termasuk ulah teroris yang ingin diketahui publik bahwa mereka masih eksis.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ledakan dari dapur restoran yang wajar terjadi karena kualitas tabung gas yang kita ketahui memang tidak layak, berkarat dan mungkin las-lasannya sudah tidak aman lagi.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah persaingan antar perusahaan telco karena seperti diketahui bahwa MU akan datang disponsori oleh salah satu telco company hmm&#8230;jadi pesaing ingin mempermalukan pihak sponsor.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah salah satu bentuk cara mengalihkan ketidak siapan penyelenggara pertandingan besar timnas Indonesia dengan MU, biar dapat asuransi kerugian.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ulah penggemar sepak bola Indonesia yang tidak mau timnya kalah dengan memalukan dikandang sendiri, jadi dibatalkan saja deh pertandingannya</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ulah penggemar MU yang kuatir MU akan kalah di Indonesia, sehingga dibatalkan saja dengan isu ketidakstabilan keamanan Jakarta</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah pengalih konsentrasi dari hasil Pilpres kemarin dan carut marutnya DPT dan penghitungan suara</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah murni kriminal persaingan bisnis karena salah satu korban adalah Presdir Semen terkemuka.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah skenario negara tetangga yang ingin Indonesia menjadi sepi turis agar wisatawan itu pindah tujuan ke negara mereka, bahkan mungkin sejak awal bom Bali dulu.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah pengalih perhatian dari polemik ketidak siapan menangani flu babi di Indonesia</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Ini adalah ulah para pekerja sekitar Mega Kuningan yang ingin pulang cepat menjelang long week end hahaha&#8230;.</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">dll yg belum sempet saya dengar lagi weleh..weleh..</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">&#160;Jadi apa kesimpulan dari tulisan ini? Ya jelas tidak ada, wong ini opini tadi saya dengar dari obrolan ga karuan para pihak yang mungkin muak dengan rentetan peristiwa buruk di negeri ini&#8230;jadi tidak usah di ’reken’ (digubris).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Yang pasti, saya prihatin dan muak dengan kejadian ledakan ini, entah sengaja atau karena kecelakaan teknis. Intinya: Masih saja byk korban jiwa melayang sia-sia di negeri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV" xml:lang="SV">Semoga kedepannya tidak ada lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/07/17/ledakan-di-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diingini&#8230;simpan..lupakan</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/07/08/diinginisimpanlupakan/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/07/08/diinginisimpanlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 23:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<br />
Karena sakit saya terpaksa tidak melakukan aktivitas diluar.. iseng-iseng bongkar peti harta karun saya berupa dus-dus.<br />
Ada mainan...mainan..terus mainan lagi (hehe... my guilty pleasure, sebagian besar sudah dipindahtangankan ke keponakan, cuma dibeli tapi ga pernah dimainkan sih)&#160; lalu ada buku-buku..suvenir-suvenir dll..<br />
Hmm.. Saya pun hanya&#160; bisa bergumam ’oh..ternyata punya ini..punya itu juga yah..’ dan ’wahhh..ada juga, kirain udah ilang’ .<br />
<br />
Kini giliran laci yang jadi sasaran saya..puluhan amplop tagihan kartu kredit..rekening koran...slip-slip ATM, nota-nota, karet, pulpen..buseeettt... jorok amat yah..semua mua masuk ke situ. Haha...terpaksa saya musnahkan, buang jauh-jauh ke tempat sampah.<br />
Di laci yang lainnya ada beberapa DVD yang baru saya sadari belum saya tonton sejak saya beli lebih dari setahun yang lalu hahaha... dasar gemblung saya ini, cuma kepengen beli tapi lupa nyetel! Yah..berarti bisa dibilang DVD itu bukan kebutuhan saya sebenarnya, karena sayapun masih baik-baik saja tanpa mengingatnya ada.<br />
<br />
Memang sifat manusia..lebih berminat pada sesuatu yang diingini, bukan yang dibutuhkan.<br />
Sepertinya ini juga yang tampaknya dicari manusia terhadap lingkungannya.<br />
<br />
Misal dalam dunia hiburan..orang lebih suka acara gosip daripada acara tuntunan agamis atau film dokumenter..akibatnya stasiun tv juga mengikuti selera pasar demi pemasukan iklan yang lebih besar.<br />
<br />
Dalam panggung politik juga begitu, banyak orang yang hanya cenderung menginginkan pemimpin tertentu tanpa tahu sebenarnya dia itu yang dibutuhkan atau tidak. Lha bagaimana tidak..karena semua visi misinya normatif, diawang-awang, dalam debatpun tak ada perbedaan mencolok benang merah para kandidatnya.<br />
Pembantu saya pun tadi saya tanya kenapa suka sekali dengan SBY? Dia bilang ya karena gagah. Walahh...kirain karena program 5 tahunannya, ternyata cuma karena nge fans..<br />
<br />
Tapi saya berharap siapapun yang menang pada Pilpres kali ini, semoga dia sadar dan merasa bahwa dia ’dibutuhkan’ negeri ini, bukan hanya ’diinginkan’ negeri ini. Kalaupun sebenarnya hanya diinginkan, bersikaplah seolah dibutuhkan sbg Satria piningit!<br />
Dengan demikian ada tanggung jawab pribadi, ada nurani yang tumbuh dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan yang menyangkut hajat hidup bangsa ini.<br />
<br />
Kalau tidak...hmmm..mungkin nasibnya tidak akan beda jauh dari DVD saya tadi, diingini sesaat lalu dimasukkan laci dan akhirnya dilupakan (baca: tidak digubris).<br />
Hahahaha....!<br />
<br />
<br />
<br />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
Karena sakit saya terpaksa tidak melakukan aktivitas diluar.. iseng-iseng bongkar peti harta karun saya berupa dus-dus.<br />
Ada mainan&#8230;mainan..terus mainan lagi (hehe&#8230; my guilty pleasure, sebagian besar sudah dipindahtangankan ke keponakan, cuma dibeli tapi ga pernah dimainkan sih)&#160; lalu ada buku-buku..suvenir-suvenir dll..<br />
Hmm.. Saya pun hanya&#160; bisa bergumam ’oh..ternyata punya ini..punya itu juga yah..’ dan ’wahhh..ada juga, kirain udah ilang’ .</p>
<p>Kini giliran laci yang jadi sasaran saya..puluhan amplop tagihan kartu kredit..rekening koran&#8230;slip-slip ATM, nota-nota, karet, pulpen..buseeettt&#8230; jorok amat yah..semua mua masuk ke situ. Haha&#8230;terpaksa saya musnahkan, buang jauh-jauh ke tempat sampah.<br />
Di laci yang lainnya ada beberapa DVD yang baru saya sadari belum saya tonton sejak saya beli lebih dari setahun yang lalu hahaha&#8230; dasar gemblung saya ini, cuma kepengen beli tapi lupa nyetel! Yah..berarti bisa dibilang DVD itu bukan kebutuhan saya sebenarnya, karena sayapun masih baik-baik saja tanpa mengingatnya ada.</p>
<p>Memang sifat manusia..lebih berminat pada sesuatu yang diingini, bukan yang dibutuhkan.<br />
Sepertinya ini juga yang tampaknya dicari manusia terhadap lingkungannya.</p>
<p>Misal dalam dunia hiburan..orang lebih suka acara gosip daripada acara tuntunan agamis atau film dokumenter..akibatnya stasiun tv juga mengikuti selera pasar demi pemasukan iklan yang lebih besar.</p>
<p>Dalam panggung politik juga begitu, banyak orang yang hanya cenderung menginginkan pemimpin tertentu tanpa tahu sebenarnya dia itu yang dibutuhkan atau tidak. Lha bagaimana tidak..karena semua visi misinya normatif, diawang-awang, dalam debatpun tak ada perbedaan mencolok benang merah para kandidatnya.<br />
Pembantu saya pun tadi saya tanya kenapa suka sekali dengan SBY? Dia bilang ya karena gagah. Walahh&#8230;kirain karena program 5 tahunannya, ternyata cuma karena nge fans..</p>
<p>Tapi saya berharap siapapun yang menang pada Pilpres kali ini, semoga dia sadar dan merasa bahwa dia ’dibutuhkan’ negeri ini, bukan hanya ’diinginkan’ negeri ini. Kalaupun sebenarnya hanya diinginkan, bersikaplah seolah dibutuhkan sbg Satria piningit!<br />
Dengan demikian ada tanggung jawab pribadi, ada nurani yang tumbuh dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan yang menyangkut hajat hidup bangsa ini.</p>
<p>Kalau tidak&#8230;hmmm..mungkin nasibnya tidak akan beda jauh dari DVD saya tadi, diingini sesaat lalu dimasukkan laci dan akhirnya dilupakan (baca: tidak digubris).<br />
Hahahaha&#8230;.!</p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/07/08/diinginisimpanlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Naik pesawat terbang</title>
		<link>http://yodykristian.blog.com/2009/06/08/naik-pesawat-terbang/</link>
		<comments>http://yodykristian.blog.com/2009/06/08/naik-pesawat-terbang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 00:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndablek</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1282249/4037134.jpg"><img style="border: 1px solid black; margin: 2px; width: 146px; height: 146px;" src="http://amadeo.blog.com/repository/1282249/4037134.146.146.c.tn.jpg" /></a><br /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Pesawat terbang sih sudah lama saya kenal..tapi menaikinya dan melesat cepat, terbang bersamanya mengangkasa sampai <em>ketip-ketip</em> yo belum lama, semenjak kerja saja. Selain dibiayai, kadang juga sudah bisa pergi <span>&#160;</span>dengan tabungan sendiri.. eleuh-eleuh... (padahal aslinya sering manfaatin reimburse point reward juga hahaha...)<br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Yah, kalau dihitung-hitung nih selain pernah nyobain maskapai luar, mungkin sudah ratusan kali terbang dengan maskapai Indonesia yang cukup merangsang adrenalin itu karena rumor dan opini yang beredar dimasyarakat. (wahh...bahasanya lebih santun nih, takut sama UU ITE <span>&#160;&#160;</span>*adijikkss..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Beruntung standar perusahaan adalah memprioritaskan ke salah satu maskapai yang cukup tersohor di negeri ini, jadi relatif sedikit tenang meskipun maskapai itu memiliki catatan buruk juga yang terakhir di Yogya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Selain sensasi terbang yang menyenangkan bisa pindah-pindah kota dalam waktu singkat, namun sebiasa-biasanya, semaklum-maklumnya, seyakin-yakinnya dan seberani-beraninya saya...ternyata saya ini masih punya rasa takut juga lho kalau naik pesawat. Terutama kalau cuaca mendung dan musim penghujan yang sudah pasti akan terjadi banyak goncangan dan ser-seran di udara. Wah ketambah lagi kalau terbangnya antara sore – malam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Sayang hal ginian ini belum jadi perhatian suatu Departemen dalam perusahaan..diitung juga dong biaya kompensasinya! Ngeri tau! Loe sering bilang, ”Enak nih ini jalan-jalan terus...”<span>&#160;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">”Jalan-jalan moyang lu?” balas ku.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Hehe..back to topic.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Nah kalau sudah begitu, selain mencengkeram pegangan tangan erat-erat (meskipun gak ngaruh yah?) saya biasanya berusaha tenang dengan berdoa dan membaca-baca apapun yang ada tulisannya...hehe termasuk membaca nama pramugari dibajunya (ini berlaku khusus yang cantik aja lho hakhakhakkk..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Ujung-ujungnya, saya merasa paling pasrah kepada Tuhan ya dalam kondisi itu, <em>wis miturut karep-Mu wae</em> Tuhan, aku manut...wong kalau dalam kondisi biasa saya ini cukup ngeyelan dan seenaknya sendiri sama Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Naik pesawat, mirip dengan saat menjalani kehidupan. Saya sudah terbiasa menghadapi yang tidak enak, yang penuh tantangan, yang menakutkan, yang penuh ketidakpastian dll. Sungguh merupakan kemurahan Tuhan karena sampai sekarang saya masih bisa hidup dengan ’layak/cukup’ dan survive menghadapi semua rintangan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Tapi masih saja, kekuatiran saya akan masa depan tidak menjadi hilang begitu saja padahal Tuhan telah berkali-kali membuktikan kalau Dia tidak pernah meninggalkan saya bermasalah tanpa jalan keluar. Saya paling takut kalau rencana tata kehidupan saya meleset dari rute yang telah ditentukan. Dan efeknya saya akan ’menunjuk-nunjuk’ siapapun yang saya rasa membuat itu terjadi, termasuk menyalahkan diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Sejauh ini melangkah, semakin banyak bukti penyertaan-Nya, semakin tua pula saya tapi belum membuat saya semakin dewasa, semakin percaya kalau Tuhan selalu melindungi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Masih saja saya berkutat dengan kekuatiran masa depan saya dan akhirnya lebih berharap pada manusia dan logika daripada kepada Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Semoga tidak terjadi pada anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><br /></p>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1282249/4037134.jpg"><img style="border: 1px solid black; margin: 2px; width: 146px; height: 146px;" src="http://amadeo.blog.com/repository/1282249/4037134.146.146.c.tn.jpg" /></a><br /></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Pesawat terbang sih sudah lama saya kenal..tapi menaikinya dan melesat cepat, terbang bersamanya mengangkasa sampai <em>ketip-ketip</em> yo belum lama, semenjak kerja saja. Selain dibiayai, kadang juga sudah bisa pergi <span>&#160;</span>dengan tabungan sendiri.. eleuh-eleuh&#8230; (padahal aslinya sering manfaatin reimburse point reward juga hahaha&#8230;)<br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Yah, kalau dihitung-hitung nih selain pernah nyobain maskapai luar, mungkin sudah ratusan kali terbang dengan maskapai Indonesia yang cukup merangsang adrenalin itu karena rumor dan opini yang beredar dimasyarakat. (wahh&#8230;bahasanya lebih santun nih, takut sama UU ITE <span>&#160;&#160;</span>*adijikkss..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Beruntung standar perusahaan adalah memprioritaskan ke salah satu maskapai yang cukup tersohor di negeri ini, jadi relatif sedikit tenang meskipun maskapai itu memiliki catatan buruk juga yang terakhir di Yogya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Selain sensasi terbang yang menyenangkan bisa pindah-pindah kota dalam waktu singkat, namun sebiasa-biasanya, semaklum-maklumnya, seyakin-yakinnya dan seberani-beraninya saya&#8230;ternyata saya ini masih punya rasa takut juga lho kalau naik pesawat. Terutama kalau cuaca mendung dan musim penghujan yang sudah pasti akan terjadi banyak goncangan dan ser-seran di udara. Wah ketambah lagi kalau terbangnya antara sore – malam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Sayang hal ginian ini belum jadi perhatian suatu Departemen dalam perusahaan..diitung juga dong biaya kompensasinya! Ngeri tau! Loe sering bilang, ”Enak nih ini jalan-jalan terus&#8230;”<span>&#160;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">”Jalan-jalan moyang lu?” balas ku.<br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Hehe..back to topic.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Nah kalau sudah begitu, selain mencengkeram pegangan tangan erat-erat (meskipun gak ngaruh yah?) saya biasanya berusaha tenang dengan berdoa dan membaca-baca apapun yang ada tulisannya&#8230;hehe termasuk membaca nama pramugari dibajunya (ini berlaku khusus yang cantik aja lho hakhakhakkk..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Ujung-ujungnya, saya merasa paling pasrah kepada Tuhan ya dalam kondisi itu, <em>wis miturut karep-Mu wae</em> Tuhan, aku manut&#8230;wong kalau dalam kondisi biasa saya ini cukup ngeyelan dan seenaknya sendiri sama Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Naik pesawat, mirip dengan saat menjalani kehidupan. Saya sudah terbiasa menghadapi yang tidak enak, yang penuh tantangan, yang menakutkan, yang penuh ketidakpastian dll. Sungguh merupakan kemurahan Tuhan karena sampai sekarang saya masih bisa hidup dengan ’layak/cukup’ dan survive menghadapi semua rintangan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Tapi masih saja, kekuatiran saya akan masa depan tidak menjadi hilang begitu saja padahal Tuhan telah berkali-kali membuktikan kalau Dia tidak pernah meninggalkan saya bermasalah tanpa jalan keluar. Saya paling takut kalau rencana tata kehidupan saya meleset dari rute yang telah ditentukan. Dan efeknya saya akan ’menunjuk-nunjuk’ siapapun yang saya rasa membuat itu terjadi, termasuk menyalahkan diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Sejauh ini melangkah, semakin banyak bukti penyertaan-Nya, semakin tua pula saya tapi belum membuat saya semakin dewasa, semakin percaya kalau Tuhan selalu melindungi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Masih saja saya berkutat dengan kekuatiran masa depan saya dan akhirnya lebih berharap pada manusia dan logika daripada kepada Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="SV" xml:lang="SV">Semoga tidak terjadi pada anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"></p>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yodykristian.blog.com/2009/06/08/naik-pesawat-terbang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
